Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat, Minta Lurah Tertibkan Pelayanan

53 menit yang lalu 4
Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat, Minta Lurah Tertibkan Pelayanan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo melantik dan mengambil sumpah 148 pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Senin (10/8/2026).(MI/Palce Amalo)

WALI Kota Kupang dr. Christian Widodo melantik dan mengambil sumpah 148 pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Senin (10/8).

Dalam sambutannya, Christian mengatakan mutasi dan rotasi dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Sejumlah aparatur dinilai telah terlalu lama berada pada posisi nan sama sehingga perlu diberikan ruang untuk mengembangkan karier, kreativitas, dan inovasi.

Proses rotasi pejabat tersebut dilakukan berbareng Wakil Wali Kota Serena Francis setelah memandang adanya aparatur nan telah belasan tahun menjadi staf maupun lurah nan cukup lama menduduki posisi nan sama.

Menurut Christian, penyegaran diperlukan agar aparatur tidak terjebak dalam area nyaman dan mempunyai kesempatan untuk berkembang sesuai kompetensinya. Namun, dia mengingatkan para pejabat nan baru dilantik agar menjaga amanah dan integritas.

"Jabatan bukan sekadar status, tetapi selalu diikuti tanggung jawab nan lebih besar. Semakin tinggi jabatan, pasti diikuti oleh semakin tinggi tanggung jawab. Great power comes great responsibility,” ujarnya. 

Khusus kepada para lurah, Christian meminta agar segera membenahi pelayanan kepada masyarakat lantaran kelurahan merupakan ujung tombak program pemerintah lantaran menjadi tempat masyarakat berhadapan langsung dengan pemerintah.

Pelayanan manajemen kependudukan, surat keterangan domisili, surat keterangan tidak mampu, surat kematian, hingga pendataan penduduk miskin dan rentan diminta menjadi perhatian para lurah.

Selain itu, Christian meminta lurah menertibkan aparatur di wilayah masing-masing, terutama mengenai disiplin jam kerja, kehadiran, dan ketentuan berpakaian. Lurah juga diminta kudu bertanggung jawab andaikan tetap ditemukan staf nan tidak disiplin saat jam kerja. Menurut Christian, seorang pemimpin tidak boleh melempar kesalahan kepada bawahannya.

“Pemimpin nan baik tidak salah menyalahkan. Good leader never play the blame game,” ujarnya.

Minta Kreatif di Tengah Efisiensi

Dalam sambutannya, Christian juga meminta pejabat tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai argumen untuk tidak menjalankan program. Sebaliknya, kondisi efisiensi kudu mendorong aparatur memperbaiki pola kerja agar lebih efektif dan efisien.

Untuk itu, dia minta aparatur mengembangkan kreativitas, mencari solusi, dan membangun kerjasama ketika menghadapi keterbatasan sumber daya.

Dia mencontohkan sejumlah pembangunan di Kota Kupang nan menurutnya tetap dapat dilakukan meski dalam kondisi efisiensi anggaran. “Anggaran terbatas, langkah kerjanya nan diperbaiki agar lebih efisien,” katanya.

Selain itu, moto “Memerintah adalah Melayani” kudu dipajang di kantor-kantor lurah sebagai pengingat bagi aparatur bahwa kedudukan merupakan amanah untuk melayani masyarakat.

Christian turut mengingatkan para pejabat agar menjaga integritas dan menghindari praktik pungutan liar. Ia apalagi meminta mereka menempatkan foto family di meja kerja sebagai pengingat moral agar setiap tindakan dalam menjalankan tugas tidak mencoreng nama baik keluarga.

Dia menggambarkan kemajuan Kota Kupang sebagai hasil kerja berbareng seluruh aparatur, mulai dari pemerintah kota hingga tingkat kelurahan. “Kalau Kota Kupang bercahaya, bukan lantaran obor nan dinyalakan di instansi Wali Kota. Kalau Kota Kupang bercahaya, itu lantaran lilin-lilin mini nan dinyalakan di kantor-kantor dinas, kantor-kantor camat, apalagi sampai di kantor-kantor lurah dan keluarga-keluarga nan ada di Kota Kupang,” ujarnya. (PO/E-4)

Selengkapnya