Wamen Investasi Sebut Ada Potensi Rp 1.500 T Investasi Tak Terealisasi

59 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu mengungkapkan Indonesia kehilangan potensi realisasi investasi dengan nilai cukup besar lantaran persoalan perizinan usaha. Bahkan potensi realisasi investasi tersebut mencapai Rp 1.500 triliun.

"Gara-gara persoalan ini, persoalan klasik, perizinan lah dan lain-lain, ini lah nan memang atas pengarahan Menteri kami, kita bikin reformasi terhadap itu, dan pelan-pelan kita juga semakin memperbaiki kondisional perizinan," ujar Todotua dalam aktivitas MINDialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, Kamis (13/8/2026).

Dia menilai pergerakan realisasi investasi di Indonesia sebenarnya cukup positif dan mempunyai level confidence di mata investor. Namun pergerakan siklus investasi nyatanya kurang berjalan.

"Selama ini kita ketahui bahwa di negara kita ini orang baru bisa melaksanakan usaha, tunggu izinnya dulu selesai. inilah nan menyebabkan cycle investasi kita ini, di negara kita ini rata-rata kurang lebih sekitar 4,5-5 tahun," jelas Todotua.

Menurut dia, perihal semacam ini tak terjadi di Vietnam dengan siklus investasi nan bergerak cepat. "Cycle investasi mereka adalah kecepatan bangunan itu sendiri. Pelaku upaya kapan mau berusaha, langsung satu minggu izin silakan bangun. Tapi di negara kita inilah persoalan nan kita lihat," ujar Todotua.

Untuk itu pihaknya melakukan reformasi izin melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 dengan mempertegas prinsip fiktif positif dalam sistem OSS. Dalam patokan ini permohonan perizinan berupaya nan tidak direspons alias diverifikasi oleh lembaga pemerintah melewati pemisah waktu Service Level Agreement (SLA) bakal dianggap disetujui alias diterbitkan secara otomatis.

"Saya ambil contoh sekarang seperti hotel aja, 28 hari itu izin sudah keluar dan si pelaku upaya bisa bangun," tutur dia.

Atas patokan itu, beberapa investasi aturannya bakal lebih singkat. Saat ini reformasi dari jenis upaya sebanyak 560 jenis upaya kurang lebih menjadi 287.

"Kita di-support Kemenko Perekonomian lantaran ini mengintegrasikan, lantaran birokrasi negara kita terlalu banyak," ungkap Todotua.

Todotua menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai sasaran pertumbuhan ekonomi mencapai 8%. Untuk mencapai sasaran tersebut, salah satu langkahnya adalah realisasi investasi nan masuk ke dalam negeri. Sebagaimana diketahui, realisasi investasi pada tahun 2025 mencapai Rp 1.950 triliun alias 3% lebih tinggi dari nan ditargetkan.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya