Wamenko Hanif: Pemerintah Pantau Pergerakan Harga Pangan

9 jam yang lalu 4
 Pemerintah Pantau Pergerakan Harga Pangan Wamenko Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menyerahkan support pangan untuk penduduk di Desa Lohbener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.(MI/Nurul Hidayah)

PEMERINTAH terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok. Stok pangan disiapkan di seluruh penyimpanan Bulog untuk intervensi jika terjadi gejolak nilai di pasaran. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu, Kamis (20/8). Kedatangan Hanif untuk meninjau langsung penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) alokasi Juli–September 2026 di Balai Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang. 

“Pemerintah terus memantau pergerakan nilai kebutuhan pokok melalui sistem terpadu lintas lembaga. Fluktuasi nilai terus dipantau pemerintah ,” tutur Hanif. Pemantauan pergerakan nilai kebutuhan pokok ini juga melibatkan Bank Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Pangan Nasional.

Tidak hanya melakukan pemantauan, pemerintah juga telah mempersiapkan stok nan cukup di seluruh penyimpanan Bulog. Stok tersebut merupakan akumulasi beras pemerintah pusat dan persediaan pemerintah daerah, nan berfaedah sebagai instrumen intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga. 

“Apabila nilai terindikasi menjauhi Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah bakal mengambil langkah melalui penyaluran support pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta pembangunan warung pangan oleh ID FOOD,” tutur Hanif. 

Pada kesempatan nan sama Hanif pun mengungkapkan bahwa untuk menjaga stabilitas nilai dengan jumlah masyarakat nan mencapai 288,3 j uta bukanlah perihal nan mudah. Namun, lanjut Hanif,  pemerintah berkomitmen terus bekerja keras dan memperkuat koordinasi demi memastikan kesiapan pangan nan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Dengan penyaluran support pangan nan dilakukan hari ini, Hanif berambisi bisa menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus meredam potensi gejolak nilai pangan, terutama di wilayah lumbung pangan nasional seperti Indramayu. 

Sementara itu, Pimpinan Bulog Kantor Cabang Indramayu, Apip Wijaya, menjelaskan pengadaan beras dari petani lokal hingga saat ini telah melampaui sasaran nan ditetapkan. Di Bulog Indramayu, dari hasil pengadaan dalam negeri, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 100% dari total sasaran 174.000 ton setara beras,

Apip pun memastikan capaian pengadaan tersebut turut memperkuat kesiapan beras Bulog di wilayah Indramayu untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas pasokan. (UL/E-4)

Selengkapnya