Jakarta, CNN Indonesia --
Wasit asal Somalia, Omar Artan, nan didiskriminasi Amerika Serkat (AS) saat Piala Dunia 2026 bakal memimpin Piala Super Eropa 2026.
Penugasan dari UEFA ini berbanding terbalik dengan FIFA nan tak berkutik saat AS mendeportasi Artan saat hendak memasuki wilayah AS untuk memimpin pertandingan Piala Dunia 2026.
UEFA menyatakan dalam rilis resmi organisasi bahwa penunjukan Artan merupakan bagian dari kerja sama dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) nan ditandatangani pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artan bakal memimpin pertandingan Paris Saint-Germain (PSG) melawan Aston. Duel juara Liga Champions melawan Europa League ini bakal berjalan di Salzburg, Austria, Kamis (13/8).
Penunjukan ini sekaligus menjadi sejarah. Ini kali pertama wasit non-Eropa memimpin pertandingan Piala Super Eropa. Artan jadi wasit pertama Afrika nan memimpin Piala Super Eropa.
Presiden CAF, Patrice Motsepe, menyebut penunjukan Artan sebagai sebuah kehormatan besar. Tidak hanya bagi sang wasit, tetapi sekaligus juga bagi sepak bola Afrika.
"Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi para wasit Afrika," kata Motsepe dalam pernyataan nan dipublikasikan UEFA pada Senin (10/8) waktu Eropa.
Artan, 34 tahun, merupakan wasit ternama di Afrika. Ia menjadi wasit Somalia pertama nan memimpin final Liga Champions CAF, kemudian dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik CAF.
Artan berpesan kepada wasit muda agar tidak menyerah mengejar impian. "Saya percaya jika saya bisa sukses, siapa pun juga bisa. Jangan pernah berakhir bermimpi," kata Artan.
(abs)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·