ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Winger muda sensasional Timnas Spanyol, Lamine Yamal, melayangkan pujian setinggi langit kepada bintang veteran Argentina, Lionel Messi.
Namun, bintang berumur 18 tahun itu menegaskan bakal membuang jauh-jauh rasa kagumnya jika Spanyol ditakdirkan berjumpa Argentina pada laga final Piala Dunia 2026.
Yamal memang tidak pernah menyembunyikan kebenaran bahwa Messi adalah pujaan terbesar nan menginspirasi perjalanan kariernya di lapangan hijau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua pemain ini mempunyai kemiripan garis nasib nan luar biasa: sama-sama menimba pengetahuan di akademi legendaris Barcelona, La Masia, menembus tim utama Blaugrana di usia nan sangat belia, hingga langsung beralih bentuk menjadi pilar krusial di tim nasional masing-masing.
Kendati Messi mempunyai pengaruh nan sangat masif dalam masa kecilnya, Yamal mengingatkan bahwa profesionalisme dan ambisi mempersembahkan gelar juara bagi negaranya berada di atas segalanya.
Dalam sesi wawancara dengan media Spanyol, Yamal ditanya mengenai skenario angan umpama Spanyol sukses menembus partai puncak dan kudu berhadapan langsung dengan sang juara bertahan, Argentina.
"Jika saya sukses mencapai babak final, saya hanya mau keluar sebagai pemenang," tegas Yamal tanpa ragu, seperti dilansir Mundo Deportivo.
Pernyataan tersebut sama sekali bukan corak rasa tidak hormat kepada Messi, melainkan sebuah gambaran dari mentalitas kompetitif tingkat tinggi nan dimiliki Yamal. Bagi Yamal, prioritas utamanya saat ini adalah membawa La Furia Roja merengkuh trofi Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah.
Di sisi lain, penyerang sayap Barcelona ini juga mengaku sangat terkejut sekaligus kagum menyaksikan performa luar biasa nan terus dipertontonkan Messi di sepanjang turnamen nan berjalan di Amerika Utara ini.
Menurut Yamal, meski publik sepak bola bumi sudah sangat mengerti dengan kejeniusan La Pulga (julukan Messi), level konsistensi nan ditunjukkan pemain berumur 39 tahun itu di fase gugur tetap membikin rekan-rekan sesama pesepak bola terperangah.
"Semua orang tahu siapa seorang Messi, tetapi tidak ada nan menyangka dia tetap bisa menyajikan performa dengan level setinggi ini [di usia tua]," tutur Yamal menambahkan.
Komentar tersebut mempertegas rasa hormat mendalam nan tetap dijaga Yamal untuk sang mantan kapten Barcelona, meskipun saat ini keduanya berada di jalur skema fase gugur nan berbeda dan sama-sama tengah berburu trofi paling bergengsi di bumi.
Spanyol sendiri kudu melewati hadangan Belgia terlebih dulu di babak perempat final Piala Dunia 2026 demi menjaga asa mewujudkan final dambaan tersebut.
(wiw/nva)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·