YouTube Works Awards terima 400 pengajuan video

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – YouTube Works Awards menerima 400 pengajuan video pada event pertama yang mereka helat di Indonesia.

YouTube Works Awards merupakan ajang yang diselenggarakan Google Indonesia bersama Kantar dan Persatuan Periklanan Indonesia (P3I). Dari 400 video yang diterima, YouTube telah menentukan lima perusahaan yang berhasil menang dalam beberapa kategorinya.

“Kita kaget ya. Kita tidak menyangka mendapatkan submition begitu banyak for our first awards di Indonesia,” ungkap ​​​​Ads Marketing Google, Yolanda Sastra saat diskusi daring, Kamis.

“Tapi itu menunjukkan betapa banyak advertisers sangat excited dengan YouTube Works Awards yang pertama ini. Dan juga bagaimana YouTube sudah menjadi part of their marketing planning ya,” tambahnya.

Pemenang dari YouTube Works Awards 2021 di antaranya adalah Grand Prix yang dimenangkan oleh “Telkomsel Kuota Ketengan”, Force for Good yang dimenangkan “Rexona Unlimited Moves”, dan Best Collaboration: Brand & YouTube Creators yang dimenangkan oleh “Grab Siap Antar Ramadhan”.

Selain itu, kategori lainnya termasuk Best Creative Effectiveness yang dimenangkan oleh “Telkomsel Kuota Ketengan”, The Unskippable dimenangkan oleh “Save 20 by Nyala OCBC NISP”, Best Creative Personalization yang dimenangkan oleh “Pond’s Men White Boost” serta Best Media Orchestration yang dimenangkan “Save 20 by Nyala OCBC NISP”.

Meskipun demikian, kategori Best Storytelling dan Best YouTube Innovation dikabarkan belum memiliki pemenang.

Dengan hadirnya YouTube Works Awards, Yolanda mengatakan bahwa pihaknya berharap penghargaan tersebut dapat mendorong para marketing untuk dapat menciptakan iklan yang lebih menarik dan kreatif.

“Kami berharap dengan YouTube Works ini, kita bisa memberikan inspirasi untuk ke depannya, inspirasi kepada para marketing, dan juga creative and media agency untuk menciptakan iklan-iklan yang bukan hanya menarik atau viral tapi harus kreatif dan juga membantu untuk mendorong pertumbuhan bisnis,” ujar Yolanda.

Baca juga: Google ajak pengguna peduli dengan “kesehatan digital”

Baca juga: YouTube setop monetisasi konten antiperubahan iklim

Baca juga: YouTube hapus kanal resmi R. Kelly karena kasus perdagangan seksual

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait