loading...
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid. Foto/Tangkapan layar
JAKARTA - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid merespons pelibatan Taruna Akademi Militer ( Akmil ) dalam training siswa di Sekolah Rakyat . Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan semakin meluasnya militerisasi di ruang sipil.
Usman menilai pemerintah tidak belajar dari beragam kritik terhadap pelibatan militer dalam ranah sipil. Ia menyinggung kasus tiga penduduk sipil nan meninggal bumi usai mengikuti Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil).
"Ini adalah bukti semakin meluasnya militerisasi ruang sipil di Indonesia. Pemerintah menutup mata terhadap kritik kebijakan pelibatan tentara dalam program pemerintah di luar urusan pertahanan," ujar Usman Hamid, Kamis (25/6/2026).
Menurut Usman, pendidikan sipil semestinya menjadi ruang netral untuk mendidik anak dalam mengembangkan potensi dan logika berpikir. Karena itu, ruang pendidikan dinilai kudu bebas dari intervensi militer.
Baca Juga: 1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
"Ruang kelas kudu bebas dari intervensi militer. Dalih pembentukan karakter dan kedisiplinan anak bukanlah argumen untuk memberikan jalan bagi militer masuk ke ranah pendidikan sipil."








English (US) ·
Indonesian (ID) ·