Angkatan Laut AS Kehabisan Uang Akibat Perang Melawan Iran

1 jam yang lalu 2
Angkatan Laut AS Kehabisan Uang Akibat Perang Melawan Iran Kapal AS(Media Sosial X)

OPERASI militer Amerika Serikat di Iran mulai memicu krisis finansial di internal militer AS. Dokumen internal Pentagon serta kesaksian sejumlah pejabat pertahanan mengungkap bahwa Angkatan Laut AS (US Navy) terpaksa mengalihkan anggaran penggajian pegawai dan penundaan pemeliharaan akomodasi darat demi menutupi lonjakan biaya tempur di Timur Tengah.

Konflik bersenjata berjudul Operation Epic Fury nan dimulai sejak akhir Februari 2026 tersebut telah menguras drastis pasokan amunisi AS. Pelaksanaan blokade laut secara masif di Selat Hormuz menambah beban operasional, sementara serangan jawaban Iran terus merusak akomodasi militer strategis AS di area tersebut.

Untuk menjaga operasional tempur tetap berjalan, Pentagon dilaporkan memindahkan alokasi biaya secara sistematis dari rekening penghasilan personel nan nantinya ditutup menggunakan sisa anggaran tak terpakai. "Uang penghasilan dirampok untuk membiayai operasi darurat luar negeri," ujar seorang pejabat angkatan laut AS nan mengetahui manuver anggaran tersebut.

Krisis anggaran ini terjadi di tengah penolakan Kongres AS untuk menyetujui pengajuan biaya darurat perang sebesar 67 miliar Dolar AS nan diajukan Gedung Putih. Berbeda dengan perang Irak alias Afganistan nan mempunyai izin resmi resolusi Kongres, operasi militer ke Iran ini tidak mengantongi otorisasi penggunaan kekuatan militer dari parlemen, sehingga mempersulit persetujuan kucuran biaya tambahan.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya telah memperingatkan bahwa bentrok dengan Iran sedikitnya telah menelan biaya langsung sebesar 35,7 miliar Dolar AS dan berpotensi memicu kelumpuhan operasional jika biaya tambahan tidak disahkan.

Dampak krisis ini mulai memukul kesiapan armada laut AS. Selain penundaan perbaikan akomodasi pantai, Angkatan Laut AS sekarang terancam kudu memangkas porsi latihan rutin dan pemeliharaan kapal demi mengamankan kesiapan biaya perang hingga akhir tahun fiskal.

(Theguardian/P-4)

Selengkapnya