Argentina vs Inggris: Meredam Taktik 'Jalan Kaki' Messi yang Mematikan

1 bulan yang lalu 18
 Meredam Taktik 'Jalan Kaki' Messi nan Mematikan Lionel Messi(AFP)

MENGHADAPI Lionel Messi di semifinal Piala Dunia 2026 bukan sekadar urusan meredam agresivitas seorang penyerang. Bagi lini belakang Inggris, Messi bukan hanya soal status sebagai pemain terbaik sepanjang masa, melainkan lantaran langkah bermainnya nan nyaris unik dan tiada duanya.

Megabintang berumur 39 tahun hanya bermain dengan langkah melangkah lambat, namun menyimpan potensi daya ledak nan mematikan.

Data bentuk terkini nan dirilis FIFA menjelang bentrok di Atlanta memaparkan sebuah anomali statistik nan mencengangkan dari sang kapten Albiceleste. Messi tercatat menghabiskan 64,8% dari total jarak jelajahnya di lapangan hanya dengan melangkah kaki pada kecepatan di bawah 7 km/jam. Angka efisiensi ini jauh melampaui para ahli gedor elite modern seperti Harry Kane maupun Kylian Mbappe nan menghabiskan sebagian besar laga dengan berlari konstan.

Namun, di sinilah letak ilusi taktis nan kerap mengecoh lawan. Gaya melangkah santuy Messi bukanlah refleksi dari kelelahan fisik, melainkan sebuah metode pemindaian ruang. Ia dengan jeli mencari ruang kosong nan tampak tidak berbahaya, menjauh dari radar pengawasan bek lawan, untuk kemudian melakukan percepatan begitu pasokan bola mengarah kepadanya. 

Statistik mencatat, tidak ada pemain di turnamen ini nan lebih rawan daripada Messi dalam mengonversi skema membawa bola (ball carries) menjadi ancaman langsung lewat tembakan alias operan kunci.

Ketika momentum serangan terbangun, aspek usia terbukti kandas mengikis ketajaman Messi. Ia tetap bisa mencatatkan 85 kali sprint per 90 menit. Data dari Sofascore menunjukkan bahwa sprint tertinggi Messi di Piala Dunia kali ini menyentuh nomor 30,9 km/jam, sebuah catatan impresif nan apalagi melampaui kecepatan rekan setimnya nan berumur satu dasawarsa lebih muda, seperti Lautaro Martínez.

Inggris sejatinya mempunyai jangkar pertahanan nan menawarkan kecepatan murni dalam diri Nico O'Reilly, nan memegang rekor sprint tercepat skuat The Three Lions dengan 35,6 km/jam. Namun, kecepatan kaki saja dipastikan tidak bakal cukup untuk membelenggu sang genius.

Tantangan terbesar bagi anak asuh Thomas Tuchel bukanlah adu lari di ruang terbuka, melainkan keahlian membaca niat tersembunyi Messi. Lini belakang Inggris dituntut mempunyai konsentrasi tingkat tinggi guna menilai kapan kudu menutup ruang dan kapan kudu merebut bola, sebelum sang maestro mengubah jalan kaki santainya menjadi petaka nan mengubur mimpi final Inggris.

Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Inggris bakal digelar di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) awal hari WIB.

(Theguardian/P-4)

Selengkapnya