Dari Turnamen ke Bisnis Digital, Anak Muda Manfaatkan Pertumbuhan Industri Gim

1 jam yang lalu 3
Dari Turnamen ke Bisnis Digital, Anak Muda Manfaatkan Pertumbuhan Industri Gim Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERKEMBANGAN industri gim dan ekosistem digital di Indonesia sekarang tidak hanya menciptakan kesempatan bagi pemain ahli dan pembuat konten, tetapi juga membuka ruang upaya baru di bagian jasa digital, pemasaran, produksi konten, hingga jasa pendukung bagi brand dan tim esports.

Fenomena itu mendorong pengusaha muda asal Medan, Muhammad Bahtera Fajri, membangun Bossdiamond, upaya jasa top up gim nan juga mengembangkan jasa pendukung di ekosistem gaming. Fajri mengatakan Bossdiamond lahir dari kemauan membangun kembali upaya dengan semangat dan fondasi nan berbeda dari upaya sebelumnya. "Bahtera itu jenis lama, tujuan dan semangatnya sudah pudar. Bossdiamond lahir dengan semangat nan baru dan membara," ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Bossdiamond melayani pengisian diamond dan item untuk gim terkenal seperti Mobile Legends, Free Fire, dan Valorant selama 24 jam. Selain top up, upaya tersebut sekarang mulai menggarap pengelolaan media sosial, photoshoot bertema gaming, serta kebutuhan lain nan berangkaian dengan industri gim.

Menurut Fajri, ekspansi jasa tersebut mengikuti kebutuhan brand game, tim esports, dan pembuat nan memerlukan mitra nan memahami karakter serta bahasa organisasi gaming. Pengalamannya sebagai pemain turnamen, kreator konten, penyelenggara aktivitas hingga pedagang menjadi modal dalam mengembangkan bisnis.

Meski tetap berada dalam tahap awal, Fajri menyebut Bossdiamond sekarang mempunyai tim nan lebih matang dan solid. Jika sebelumnya sebagian besar pekerjaan dilakukan sendiri, sekarang pembagian kerja sudah lebih jelas dengan support instansi dan sumber daya nan lebih siap.
Fajri juga menargetkan Bossdiamond tidak berakhir di pasar lokal dan mulai membuka kesempatan untuk menjangkau pasar luar negeri. Menurutnya, perkembangan ekosistem gaming menunjukkan industri gim nasional semakin jauh melampaui aktivitas bermain dan kejuaraan esports.

Perjalanan Fajri membangun upaya juga dimulai dari kondisi ekonomi family nan sederhana. Sejak kelas tiga SMK, dia rutin mengikuti turnamen gim dan menggunakan bingkisan nan diperoleh untuk bayar biaya sekolah. "Saya lahir dari family sederhana. Jadi semasa kecil, kehidupan saya tidak bergelimang harta," katanya.

Dari turnamen, dia kemudian membangun Bahtera TV nan berkembang jadi penyelenggara kejuaraan gim. Pengalaman berinteraksi dengan brand game selanjutnya membawanya masuk ke upaya top up, nan dimulai sebagai reseller dengan modal Rp100 ribu hingga mendirikan Bahtera Store. Usahanya sempat kolaps setelah mengalami kerugian ratusan juta rupiah akibat persoalan dengan pemasok. Ia apalagi kudu menjual perabot rumah untuk bertahan. "Uangku lenyap apalagi hingga 1 perak pun saya nggak ada duit," ucapnya.

Kepercayaan pengguna lama kemudian membantunya bangkit hingga bisnisnya berkembang. Pengalaman tersebut sekarang menjadi bekal Fajri membangun Bossdiamond dengan tim lebih solid dan visi memperluas upaya gaming Indonesia ke pasar lebih luas.

Perjalanan itu sekaligus menunjukkan pertumbuhan industri gim nasional mulai menciptakan rantai ekonomi baru, dari jasa digital dan pembuat hingga penyelenggaraan event dan jasa pendukung, sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku upaya muda untuk membangun upaya berbasis ekosistem gaming. (H-2)
 

Selengkapnya