Warga mengikuti aktivitas Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangka HUT ke-81 TNI dan HUT ke-16 Kodiklat TNI di Taman Kota BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (9/8/2026)(MI/AGUNG WIBOWO)
HASIL survei nasional terbaru nan dirilis lembaga Digdaya Polling & Strategy menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat nan tinggi terhadap sejumlah program prioritas nasional. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) meraih tingkat persetujuan tertinggi sebesar 89,7 persen, disusul Sekolah Rakyat (80,6%), Makan Bergizi Gratis/MBG (63,5%), dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/KDMP (53,2%).
Peneliti Digdaya Polling & Strategy, Fadhil Abdurrahim, menjelaskan bahwa tingginya nomor persetujuan terhadap CKG mengindikasikan adanya pergeseran pola pikir masyarakat dari pelayanan kuratif menuju tindakan pencegahan (preventif).
"Dukungan sebesar 89,7 persen terhadap Cek Kesehatan Gratis menunjukkan bahwa akses pemeriksaan kesehatan tanpa biaya telah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Publik memandang pendekatan preventif melalui penemuan awal sebagai corak kehadiran negara nan konkret," ujar Fadhil dalam keterangan resmi, Jumat (28/8/2026).
Tingkat Penerimaan dan Capaian Lapangan Program Prioritas
Berdasarkan temuan survei, berikut adalah peta support publik beserta realisasi program prioritas pemerintah:
Cek Kesehatan Gratis (89,7%): Menjadi program paling berterima di masyarakat. Program ini telah menjangkau 82 juta peserta hingga 20 Agustus 2026, dari sasaran 130,8 juta masyarakat sepanjang tahun 2026.
Sekolah Rakyat (80,6%): Mendapatkan legitimasi sosial nan sangat kuat untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Hingga awal 2026, sebanyak 166 Sekolah Rakyat berkonsep pondok telah beraksi di 34 provinsi dan menampung 15.954 siswa dari family kurang mampu.
Makan Bergizi Gratis (63,5%): Tetap disokong kebanyakan publik sebagai investasi gizi SDM. Program nan telah menjangkau sekitar 60 juta penerima faedah ini ditargetkan berekspansi hingga 82,9 juta orang.
Koperasi Merah Putih (53,2%): Meraih persetujuan kebanyakan sebagai modal awal pembentukan 80 ribu unit koperasi desa. Pemerintah memproyeksikan sekitar 30 ribu hingga 35 ribu unit siap beraksi pada Agustus 2026.
Metodologi Survei
Survei Digdaya Polling & Strategy ini dilaksanakan pada 22–31 Juli 2026 dengan mengikutsertakan 1.200 responden di seluruh Indonesia. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan (margin of error) sebesar 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. Riset ini bermaksud memotret persepsi publik terhadap kebijakan, kondisi sosial-politik, serta penyelenggaraan program prioritas pemerintah.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·