Petugas campuran berupaya memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Desa Padabeunghar, Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat.(ANTARA/Dedhez Anggara)
TIADA hari tanpa kebakaran rimba dan lahan di Kabupaten Sumedang. Dalam dua hari terakhir, telah terjadi 4 kali kebakaran rimba dan lahan di letak nan berbeda.
Kebakaran lahan terjadi di di wilayah Perbatasan Desa Licin dan Desa Mandalaherang, Kecamatan Cimalaka, pada Minggu (26/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Api sukses dipadamkan beberapa jam kemudian, setelah petugas BPBD dan Damkar bekerja keras di lokasi.
Beberapa jam kemudian, pada malam hari, kebakaran kembali terjadi di Hutan Gunung Palasari, Blok Sindang Palay, Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedang Selatan.
Dua titik api membakar area rimba di bagian atas dan bawah. Petugas BPBD memadamkan api di atas dengan alat-alat manual. Sementra di bawah, lantaran dekat dengan akses jalan, pemadaman dilakukan dengan alkon.
Sehari sebelumnya, tetap di Sumedang, kebakarn melanda lahan di Dusun Lebak Bulus RT 01 RW 05 Desa Cibungur, Kecamatan Rancakalong. Kebakaran juga melanda Lingkungan Cipameungpeuk RT 03 RW 03, Kelurahan Cipameungpeuk, Kecamatan Sumedang Selatan.
Pada hari nan sama, api membakar rimba milik Perhutani di Wilayah Bugel Kecamatan Tomo.
Sementara itu, kebakaran juga terjadi di area rimba Kabupaten Garut dan Kabupaten Purwakarta. Di Garut, dua titik api muncul di area rimba Gunung Guntur. Api terlihat dari radius 5 kilometer.
Kebakaran rimba di Purwakarta terjadi di wilayah Gunung Cupu, di Desa Anjun, Kecamatan Plered.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto mengimbau penduduk meningkatkan kewaspadaan.
"Semua wilayah di Sumedang dalam kondisi kekeringan sehingga rentan terjadi kebakaran. Jangan membuang puntung rokok nan tetap menyala dan membakar sampah sembarangan," tegasnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·