Mengenal Haakon VIII, Raja Baru Norwegia

1 jam yang lalu 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Norwegia mempunyai raja baru setelah Raja Harald V meninggal bumi pada usia 89 tahun pada Jumat (28/8/2026). Putranya, Haakon VIII, sekarang meneruskan takhta dalam situasi nan tidak mudah, mengingat ketenaran tinggi sang ayah sekaligus beragam kontroversi nan belakangan membayangi family kerajaan.

Harald dikenal sangat terkenal di kalangan masyarakat Norwegia. Tingkat dukungannya secara konsisten tinggi dalam beragam jajak pendapat, sementara gelombang duka masyarakat terlihat jelas menjelang wafatnya.

Haakon menjadi raja keempat nan memimpin monarki modern Norwegia sejak sistem kerajaan dipulihkan pada 1905 setelah negara tersebut memperoleh kemerdekaan dari Swedia.

Dalam salah satu tugas pertamanya sebagai raja, Haakon memimpin rapat luar biasa kabinet untuk mengumumkan gelar kerajaannya. Ia juga memilih menggunakan kembali semboyan sang ayah, "Semuanya untuk Norwegia".

Sejumlah pengamat menilai Haakon mempunyai modal kuat untuk mengikuti jejak para pendahulunya. Saat tetap menjadi putra mahkota, dia bekerja erat dengan Harald dalam menjalankan tugas kerajaan. Dalam beberapa tahun terakhir, Haakon juga mendapat tanggung jawab nan semakin besar dan kerap bertindak sebagai wali raja ketika Harald sakit alias tidak dapat menjalankan tugas.

"Saya sangat beruntung bahwa Putra Mahkota Haakon adalah orang nan bakal meneruskan ini," tulis Harald tentang putranya dalam biografinya, The King Tells.

Sejarawan Trond Norén Isaksen mengatakan kepada BBC bahwa Haakon kemungkinan bakal menjadi raja dengan karakter nan berbeda dari ayahnya, tetapi bukan berfaedah bakal kurang dihormati.

"Raja Harald sangat karismatik, dia mempunyai selera lawakyang tinggi, nan dihargai semua orang, sementara Haakon sedikit lebih tertutup, sedikit lebih seperti ibunya.

"Tetapi dalam beberapa tahun terakhir dia juga menjadi lebih santuy dan mulai lebih terbuka serta menunjukkan sedikit lebih banyak sisi humornya dia telah memikul beban nan sangat besar selama bertahun-tahun lantaran orang tuanya semakin tua dan istrinya sedang sakit," katanya.

Haakon merupakan keturunan langsung dari Ratu Victoria dari Inggris hingga generasi kelima.

Dengan naiknya Haakon sebagai raja, putrinya, Ingrid Alexandra nan berumur 22 tahun, sekarang menjadi putri mahkota sekaligus pewaris takhta Norwegia. Haakon sebelumnya berada di urutan pewaris takhta di atas kakak perempuannya, Putri Märtha Louise.

Konstitusi Norwegia diubah pada 1990 untuk memberikan kewenangan waris takhta kepada perempuan. Dengan patokan tersebut, Ingrid Alexandra berkesempatan menjadi wanita pertama nan menjadi kepala negara Norwegia sejak abad ke-15.

Naiknya Haakon ke takhta berjalan ketika family kerajaan Norwegia sedang menghadapi periode penuh gejolak. Monarki tetap secara umum terkenal di tengah masyarakat Norwegia dan selama bertahun-tahun dikenal mempunyai pandangan nan modern.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir family kerajaan juga diterpa sejumlah skandal.

Pada tahun ini, istri Haakon, Mette-Marit nan sekarang menjadi Ratu Norwegia, meminta maaf atas hubungannya selama beberapa tahun dengan Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual nan telah divonis bersalah. Di sisi lain, putranya, Marius Borg Høiby, nan lahir dari hubungan sebelumnya, telah dinyatakan bersalah dalam perkara pemerkosaan dalam persidangan nan mendapat perhatian luas. Høiby sekarang mengusulkan banding atas putusan tersebut.

Masa Kecil Haakon

Haakon lahir pada 1973 dan merupakan anak bungsu mendiang Raja Harald dan Ratu Sonja.

Dalam pengakuannya sendiri, Haakon sempat kesulitan menerima statusnya sebagai personil family kerajaan ketika tetap kecil.

"Ya, saya seorang bangsawan, tetapi saya tidak mau membicarakannya. Di sekolah perihal itu membikin saya cemas," tulisnya dalam autobiografinya nan terbit pada 2023, ketika mengenang masa sekolahnya di sekolah negeri pada era 1980-an.

Haakon menjadi putra mahkota pada 1991 ketika usianya baru 17 tahun, setelah kakeknya, Raja Olav V, meninggal dunia.

Tidak seperti banyak personil family kerajaan, Haakon berguru di sekolah negeri setempat sebelum menjalani pekerjaan selama empat tahun di angkatan laut. Ia lulus dari Akademi Angkatan Laut Norwegia pada 1995.

Haakon kemudian memilih tidak mengikuti jejak ayah dan kakeknya untuk berkuliah di Oxford University. Ia justru pergi ke California dan menempuh pendidikan pengetahuan politik di University of Berkeley.

Kisah Cinta Haakon

Tak lama setelah kembali ke Norwegia, Haakon berjumpa dengan Mette-Marit di sebuah pagelaran musik di kota asal Mette-Marit, Kristiansand, pada 1999.

Media kemudian menjulukinya Cinderella dari Kristiansand, merujuk pada latar belakang kehidupannya nan sederhana.

"Apa nan kami berdua temukan berbareng begitu kuat sehingga saya tidak bisa melepaskannya," kata Haakon nan saat itu tetap menjadi putra mahkota menjelang pernikahan mereka pada 2001.

Namun, hubungan keduanya tidak langsung diterima begitu saja. Sejak Haakon mengumumkan hubungan tersebut, muncul perdebatan sengit di tengah masyarakat Norwegia.

Sejumlah pengamat apalagi memperingatkan hubungan tersebut bisa mengakhiri monarki Norwegia. Hubungan Haakon dan Mette-Marit dibandingkan dengan pernikahan kontroversial antara janda pisah asal Amerika Serikat, Wallis Simpson, dan Raja Inggris Edward VIII nan berujung pada pengunduran diri Edward dari takhta pada 1936.

Mette-Marit bukan orang biasa pertama nan menikah dengan family kerajaan Norwegia. Mendiang Raja Harald sebelumnya juga telah mematahkan tradisi ketika menikahi Ratu Sonja sekitar tiga dasawarsa sebelumnya.

Namun, Mette-Marit saat itu merupakan seorang ibu tunggal dengan anak berumur empat tahun. Ayah anak tersebut pernah menjalani balasan atas kasus kepemilikan kokain.

Keputusan Haakon dan Mette-Marit untuk tinggal berbareng di sebuah apartemen di Oslo juga mendapat kritik dari kalangan konservatif Gereja Lutheran Norwegia. Meski demikian, jajak pendapat ketika itu menunjukkan sebagian besar masyarakat Norwegia tidak terlalu mempermasalahkannya.

Hal nan lebih banyak dipertanyakan adalah apakah style hidup Mette-Marit pada masa lampau sesuai dengan kehidupan sebagai istri calon raja.

Dalam wawancara emosional tiga hari sebelum pernikahan, Mette-Marit meminta maaf secara terbuka atas "masa lampau liarnya" dan mengecam penggunaan narkoba setelah muncul laporan mengenai penggunaan narkoba dalam pesta-pesta nan dia hadiri di Oslo pada 1990-an.

Ia tidak mengatakan apakah dirinya pernah menggunakan narkoba tersebut.

Pernyataan itu menjadi salah satu titik kembali bagi Mette-Marit. Ia kemudian mendapat simpati masyarakat dan selama bertahun-tahun dipandang sebagai simbol monarki modern nan bisa mendobrak sejumlah patokan dan kebiasaan lama.

Haakon dan Mette-Marit mempunyai dua anak bersama, ialah Ingrid dan Pangeran Sverre Magnus.

Setelah menyandang status putri mahkota, Mette-Marit aktif dalam sejumlah rumor nan mendapat perhatian publik, termasuk mendukung orang dengan HIV dan mempromosikan literasi.

Ketika didiagnosis menderita fibrosis paru pada 2018, Mette-Marit juga mendapat simpati luas dari masyarakat.

Haakon mengatakan Mette-Marit membantunya menjadi lebih terbuka dan menjadi penyeimbang emosional bagi dirinya nan condong analitis.

"Saya tidak terlalu pandai bersosialisasi," tulis Haakon.

"Mette adalah talenta alami. Dia bisa masuk ke sebuah ruangan dan berbaur dengan semua orang."

Masalah Keluarga

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, family Haakon kembali menghadapi sorotan dan kritik publik nan semakin besar.

Kasus pemerkosaan nan melibatkan Marius Borg Høiby menjadi salah satu persoalan terbesar. Salah satu wanita nan menjadi korban dalam kasus tersebut disebut mengalami pemerkosaan di kediaman Haakon di Skaugum, di luar Oslo.

Høiby selama ini diperlakukan sebagai bagian dari keluarga, meskipun pihak kerajaan berulang kali menegaskan bahwa dia bukan personil kerajaan.

Beberapa hari sebelum persidangan Høiby dimulai, arsip nan dirilis ke publik mengungkap seringnya komunikasi Mette-Marit dengan Jeffrey Epstein.

Mette-Marit kemudian meminta maaf kepada Raja Harald dan Ratu Sonja atas persahabatannya dengan Epstein nan berjalan selama tiga tahun. Ia mengakui adanya "penilaian nan buruk" dan dalam wawancara televisi nasional mengatakan berambisi dirinya tidak pernah berjumpa Epstein.

Sejumlah jajak pendapat nan dilakukan awal tahun ini menunjukkan nyaris separuh masyarakat Norwegia menilai putri mahkota tidak semestinya menjadi ratu, meskipun berasas sistem monarki dia memang bakal menduduki posisi tersebut.

Dua hari setelah persidangan putranya berakhir, Mette-Marit menjalani transplantasi paru-paru, delapan tahun setelah pertama kali didiagnosis mengalami penyakit tersebut.

Dokternya belum bakal menyatakan kondisinya stabil hingga satu tahun setelah transplantasi. Kondisi tersebut membikin Haakon menghadapi masa awal suksesi nan berat lantaran kudu menjalankan tugas sebagai raja sekaligus terus mendampingi istrinya.

Caroline Vagle, koresponden kerajaan dari majalah Se og Hør, mengatakan persoalan Epstein perlu ditangani secara terbuka oleh family kerajaan.

"Hal terpenting nan bisa dilakukan family kerajaan adalah betul-betul terbuka mengenai apa nan sebenarnya terjadi dan tidak membiarkan spekulasi publik berkembang menjadi sesuatu nan berdiri sendiri," ujarnya.

"Namun saya juga tidak berpikir kita kudu melebih-lebihkan akibat dari satu alias dua kasus sulit," katanya.

"Pada akhirnya, nan bakal menentukan adalah gimana family kerajaan menangani persoalan tersebut, serta gimana Haakon dan generasi berikutnya membangun kepercayaan nan telah diperoleh Harald sepanjang hidupnya."

Tove Taalesen, koresponden kerajaan dari Nettavisen, menilai beragam skandal tersebut memang bakal menjadi tantangan bagi Haakon. Namun, menurutnya, sang raja baru sudah sangat siap menjalankan tugasnya.

"Saya percaya bahwa di masa depan dia bakal dihormati dan dicintai, sama seperti Raja Haakon VII, Raja Olav V dan juga Raja Harald V."

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya