Jakarta, CNBC Indonesia - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bakal menyerahkan laporan mendalam mengenai beragam pelanggaran nan dilakukan oleh Israel di wilayah Suriah kepada Dewan Keamanan PBB akhir bulan ini. Rencana penetapan langkah tegas tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Mengutip laporan Middle East Monitor, Senin (27/7/2026), Guterres menggarisbawahi bahwa segala corak pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah merupakan perihal nan tidak dapat diterima. Ia mendesak keras agar pihak Israel mematuhi Perjanjian Pemisahan Pasukan tahun 1974.
"Berbagai kekejaman nan telah disaksikan di Suriah tidak mematahkan tekad rakyat Suriah untuk mengejar aspirasi sah mereka. Pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah adalah perihal nan tidak dapat diterima," tegas Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres saat menggelar konvensi pers di Damaskus.
Dalam kunjungan resminya ke Suriah, Guterres menyempatkan diri mendatangi Penjara Sednaya untuk memandang secara langsung jejak kejahatan kemanusiaan di letak tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan itu membongkar skala mengerikan dari penderitaan nan dialami para tahanan, di mana puluhan ribu orang tewas dan disiksa secara brutal.
"Kunjungan ke Penjara Sednaya mengungkapkan skala mengerikan dari penderitaan nan dialami di sana, di mana puluhan ribu orang tewas dan disiksa secara brutal. PBB berkeinginan melakukan segala perihal untuk mendukung transisi Suriah nan bergerak ke arah nan benar," ungkap Guterres mengenai temuan di penjara tersebut.
Guterres menyuarakan komitmen penuh PBB untuk melakukan segala upaya demi mendukung proses transisi politik Suriah nan didukung secara internasional. Ia menilai arah transisi pemerintahan di negara tersebut saat ini sudah bergerak ke jalur nan benar.
Di samping itu, Sekjen PBB mengonfirmasi bahwa proses keadilan transisional di Suriah tengah berjalan. Ia menekankan pentingnya menjamin akuntabilitas serta penegakan norma bagi seluruh kejahatan nan telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Guterres turut memberikan peringatan serius mengenai kondisi krisis kemanusiaan nan melanda masyarakat Suriah saat ini. Pihaknya memperingatkan bahwa support kemanusiaan PBB nan tersalurkan saat ini baru bisa memenuhi sekitar 20% dari total kebutuhan hidup rakyat Suriah.
"Proses keadilan transisional di Suriah sedang melangkah dan kita perlu memastikan adanya akuntabilitas atas seluruh kejahatan nan terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Di saat nan sama, support kemanusiaan PBB saat ini hanya bisa memenuhi sekitar 20% dari kebutuhan rakyat Suriah," pungkas Guterres.
(luc/luc)
Addsource on Google

58 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·