Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto mengungkapkan pemerintah bakal menuntaskan grand design alias kreasi besar penantaan otonomi daerah. Penyusunan Desain Besar Penataan Daerah (Desartada) ditarget rampung sebelum akhir 2026.
Desartada ini bakal menjadi landasan pertimbangan penyelenggaraan otonomi wilayah sekaligus referensi penataan wilayah dan pembahasan rumor pemekaran wilayah di Indonesia.
"Kita memandang hari ini memang desentralisasi tengah dipertanyakan apakah kita bergerak ke resentralisasi alias format apa nan tepat. Kami ditugaskan oleh Komisi II DPR untuk menuntaskan kreasi besar penataan otonomi daerah, jadi di Desember 2026, kita minta bisa rampung kreasi otonomi daerah," ujar Bima dalam Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kamis (27/8/2026).
Dalam kerangka tersebut, pemerintah menyusun Desartada sebagai arah kebijakan jangka panjang agar penyelenggaraan desentralisasi tetap selaras dengan tujuan pembangunan nasional.
Selain kreasi otonomi, pemerintah juga bakal mengevaluasi skema penyaluran TKD, khususnya biaya bagi hasil (DBH) dan biaya alokasi umum (DAU).
Bima mengatakan pertimbangan diperlukan lantaran sejumlah kepala wilayah menilai formula pembagian TKD saat ini belum sepenuhnya setara dan belum bisa mengoptimalkan potensi daerah.
"Bagaimana kita membagi kekayaan wilayah secara ideal format DBH dan DAU, lantaran banyak kepala wilayah nan merasa formulanya kurang pas dan kurang adil, sehingga tidak maksimal. Jadi ke depan desentralisasi ini memerlukan penataan dan penyempurnaan," ungkapnya.
(chd/haa)
[Gambas:Video CNBC]

53 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·