Keluarga korban banjir Nepal tetap berambisi kerabat mereka ditemukan. Tim penyelamat mencari nyaris 1.500 orang hilang.
Warga memandang foto-foto korban tewas akibat banjir dan tanah longsor nan ditempel di gerbang untuk keperluan identifikasi di luar bilik jenazah di Kathmandu, Nepal. Di tengah intensifikasi operasi pencarian dan pengamanan pada Jumat (28/8/2026), family korban nan tetap lenyap terus menanti berita sembari mempertahankan angan untuk menemukan orang-orang terkasih mereka. (REUTERS/Sabrina Dangol)
Kerabat korban nan diliputi duka masih mencari nama personil family mereka dalam daftar orang lenyap nan dipasang tim penyelamat di sebuah papan pengumuman di pusat training militer di Nuwakot. (REUTERS/Sabrina Dangol)
Tim penyelamat sekarang mencari nyaris 1.500 orang nan dilaporkan lenyap di wilayah Nepal dan Tibet, China, setelah longsoran lumpur dan batu jatuh ke sungai di area Pegunungan Himalaya pada Rabu (26/8). Sedikitnya 540 orang di antara mereka merupakan penduduk negara asing. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Polisi Nepal pada Jumat menyatakan jumlah korban tewas akibat musibah tersebut telah mencapai lebih dari 500 orang.(REUTERS/Athit Perawongmetha)
Hampir 1.000 orang lainnya tetap belum diketahui keberadaannya di Nepal maupun wilayah Tibet. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Alat berat dikerahkan untuk mengeruk material lumpur di Trishuli pada Jumat. Tim penyelamat terus menyisir area terdampak untuk menemukan korban selamat maupun korban nan tetap tertimbun material longsoran. (cnsphoto via REUTERS)

52 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·