1.000 Tambang Timah Ilegal Ditutup saat Sidang Tahunan, Prabowo: Masak TNI-Polri Nggak Tahu?

4 jam yang lalu 3

loading...

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: TV Parlemen

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan 1.000 tambang timah terlarangan telah ditutup. Prabowo mempertanyakan gimana aktivitas tambang terlarangan dalam jumlah besar tersebut dapat berjalan tanpa diketahui aparat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Baca juga: Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026, Komeng Ungkap Harapan untuk Presiden

“Saudara-saudara, akhir tahun lampau kita telah tutup 1.000 tambang timah terlarangan di Bangka Belitung. 1.000 tambang ilegal. Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut. Masak 1.000 tambang, pejabat TNI dan pejabat Polri nggak tahu?” ujar Prabowo.

Dia meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto untuk mengusut. Dia mempertanyakan kegunaan pemberian pangkat dan kedudukan kepada abdi negara andaikan tidak bisa menertibkan aktivitas terlarangan di wilayahnya.

“Kapolri dan Panglima TNI ya, usut. Untuk apa negara kasih pangkat, kasih kedudukan mereka-mereka jika nggak bisa tertibkan ini? Saya bicara atas nama rakyat Indonesia. Ini wakil-wakil rakyat semua di sini,” katanya.

Prabowo menegaskan pemimpin dan komandan kudu mempunyai keberanian menertibkan anak buahnya andaikan terbukti melakukan pelanggaran. Dia mengakui langkah tersebut tidak selalu mudah lantaran dapat menyangkut personel nan sebelumnya telah mendapatkan kepercayaan dan kenaikan pangkat.

Selengkapnya