Prabowo Blak-blakan Sebut 2026 Tak Mudah, Dunia Dikepung Perang

44 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menegaskan 2026 menjadi tahun nan penuh tantangan bagi perekonomian bumi akibat perang dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan nilai energi, tingginya suku kembang global, tekanan nilai tukar, hingga gangguan terhadap perdagangan dunia.

"Kita memasuki tahun 2026 dalam keadaan bumi nan tak menentu dan tidak mudah," kata Prabowo dalam Pidato Presiden RI dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, perang nan terjadi di beragam area telah membikin nilai daya dunia meningkat. Di saat nan sama, suku kembang dunia tetap tinggi dan berpotensi kembali naik, sementara nilai tukar beragam negara mengalami tekanan.

"Ketegangan geopolitik mengganggu perdagangan dunia," ujarnya. Situasi ini membikin pemerintah kudu menghadapi ketidakpastian dunia sembari menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Meski demikian, Prabowo mengatakan Indonesia bisa mempertahankan keahlian ekonomi di tengah tekanan tersebut. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026 menjadi nan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

"Namun, di tengah tekanan dan ketidakpastian dunia tersebut, kita berterima kasih perekonomian kita tetap berdiri tegak," kata Prabowo.

Ia juga menyoroti sejumlah parameter domestik nan tetap menunjukkan ketahanan ekonomi. Inflasi disebut tetap terkendali, sementara permintaan dalam negeri tetap kuat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai bisa bekerja optimal.

Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3% secara tahunan alias year-on-year (yoy). Prabowo menegaskan setiap rupiah nan dihimpun negara kudu memberikan faedah nyata bagi masyarakat, terutama ketika kondisi dunia tetap dibayangi perang dan ketidakpastian.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya