1,3 Juta Warga Palestina Kekurangan Air Minum

49 menit yang lalu 3
1,3 Juta Warga Palestina Kekurangan Air Minum Warga Gaza, Palestina.(Anadolu)

KANTOR PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa sebagian besar masyarakat di wilayah Palestina nan diduduki sekarang tidak mempunyai akses memadai terhadap air bersih, akomodasi sanitasi, maupun sarana kebersihan.

OCHA mencatat, lebih dari 1,3 juta jiwa alias melampaui separuh total populasi, hanya memperoleh pasokan air kurang dari 6 liter per orang per hari untuk kebutuhan minum dan memasak. Angka ini jauh di bawah standar kemanusiaan situasi darurat nan menetapkan pemisah minimum 15 liter per orang per hari untuk memenuhi kebutuhan minum, mencuci, dan memasak.

Selain itu, sekitar 700.000 penduduk lainnya tercatat hanya memperoleh kurang dari 9 liter air per hari untuk kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini memperburuk keahlian penduduk dalam menjaga kebersihan diri, sanitasi tempat tinggal, hingga pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak.

Guna memperkuat hidup, tiga dari setiap empat penduduk berjuntai pada pasokan air nan didistribusikan melalui truk tangki. Sepanjang bulan lalu, mitra-mitra kemanusiaan menyalurkan air secara berkala ke lebih dari 2.500 titik pengambilan air serta 100 letak pengungsian di seluruh area Jalur Gaza.

"Orang-orang kudu berdempet-dempetan di titik pengambilan air dan tidak mempunyai cukup wadah untuk membawa air kembali ke rumah, tugas nan sering kali kudu dilakukan oleh anak-anak," tulis OCHA dalam laporan resminya, Selasa (11/8).

Ancaman Penyakit 

Kondisi sanitasi penduduk di wilayah pengungsian juga memprihatinkan. Hanya separuh dari seluruh rumah tangga nan mempunyai akses ke akomodasi sanitasi dasar pribadi. Sementara sisanya terpaksa menggunakan akomodasi umum berbareng nan dinilai tidak memadai dan tidak aman, sehingga memicu akibat penularan penyakit.

Dari aspek kebersihan lingkungan, meski lembaga kemanusiaan telah mengangkut sekitar 80 persen sampah padat di Jalur Gaza, penumpukan limbah tetap menjadi persoalan krusial. Lebih dari 900.000 penduduk melaporkan tetap terpapar sampah nan menumpuk di area permukiman.

OCHA menegaskan bahwa support pendanaan nan konsisten, pemberian izin impor suku cadang akomodasi air, serta pemulihan akses ke tempat pembuangan akhir (TPA) di area terisolasi menjadi syarat mendesak untuk mencegah krisis kemanusiaan nan lebih dalam. (Ant/P-4)

Selengkapnya