1.354 Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Terancam Kekeringan

12 jam yang lalu 4
1.354 Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Terancam Kekeringan Ilustrasi(Antara)

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi tengah berupaya keras mencegah penurunan produksi pertanian akibat ancaman kekeringan nan melanda 1.354 hektare (ha) lahan sawah produktif. Lahan nan terancam tersebut tersebar di 41 desa dan 15 wilayah kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid, mengungkapkan bahwa kondisi ini dipicu oleh penurunan debit air irigasi. Menurutnya, situasi ini berpotensi mengganggu sasaran penambahan luas tanam nan diinstruksikan oleh Kementerian Pertanian jika tidak segera ditangani secara cepat.

"Di situ potensi terdampak penurunan produksi. Padahal, dari Kementerian Pertanian itu kita kudu menambah luas tanam. Kalau luas tambah tanam ditingkatkan, kembali lagi ke kondisi air," ujar Abdillah dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Sebagai langkah mitigasi, Dinas Pertanian telah menyalurkan support pompa sebanyak 13 unit berukuran 6 inci dan 70 unit berukuran 3 inci. Bantuan ini difokuskan pada wilayah rawan seperti Kecamatan Pebayuran, Cabangbungin, Kedungwaringin, Tambelang, Sukawangi, Setu, dan Muaragembong untuk mengambil air dari sungai besar maupun saluran sekunder.

Selain pompanisasi, pemerintah wilayah bekerja sama dengan BBWS melakukan normalisasi jaringan irigasi. Proyek ini mencakup aliran Balong Tuatu sepanjang 7 km, SS Jagawana sepanjang 10 km, dan Kali Butek sepanjang 5,5 km guna memperlancar pasokan air ke lahan-lahan kritis.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Embang, menambahkan bahwa pihaknya juga membantu petani mendapatkan rekomendasi BBM bersubsidi untuk operasional mesin pompa. Langkah ini diambil lantaran petani seringkali kesulitan memperoleh solar di tengah kondisi darurat air.

Upaya masif ini dilakukan demi menjaga sasaran produksi pangan Kabupaten Bekasi sebesar 503.000 ton gabah kering pada tahun 2026. Wilayah seperti Pebayuran tetap menjadi tumpuan utama dengan produktivitas mencapai 8-9 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

Dinas Pertanian juga terus memantau stok beras di penggilingan melalui petugas info pasar di tingkat kecamatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pangan tetap terjaga meskipun ancaman kekeringan tetap berjalan di sejumlah wilayah lumbung padi.

Selengkapnya