1.378 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Pemerintah Siapkan Kelas Darurat

10 jam yang lalu 4
1.378 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Pemerintah Siapkan Kelas Darurat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat(MI/Palce Amalo)

SEBANYAK 1.378 satuan pendidikan dan 502 sekolah terdampak gempa magnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) sabtu pekan lalu. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan musibah tersebut juga menimbulkan korban dari kalangan penduduk sekolah. Salah satunya Febriani Evika Jas, siswa kelas V SDK Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, nan meninggal akibat gempa.

Atip menyampaikan duka mendalam atas para korban gempa nan hingga sekarang mencapai 75 orang meninggal dunia. “Kami menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi nan telah merenggut 72 jiwa meninggal dunia,” kata Atip, Kamis (20/8).

.Menurutnya, Kemendikdasmen telah menyalurkan santunan Rp5 juta dan sembako kepada family Febriani. Bantuan juga diberikan kepada siswa nan terdampak musibah serta pembimbing nan rumahnya mengalami kerusakan.

Dampak gempa di sektor pendidikan mencakup 177.678 siswa serta 21.166 pembimbing dan tenaga kependidikan. Dari 8.664 ruang kelas nan terdampak, sebanyak 5.521 ruang alias 63,7 persen mengalami kerusakan. Sebanyak 2.229 ruang kelas di antaranya rusak berat alias total.

Kerusakan juga terjadi pada laboratorium, perpustakaan, akomodasi sanitasi, hingga rumah dinas guru. Selain itu, tercatat 116.324 siswa mengalami gangguan pembelajaran akibat gempa dan gempa susulan nan tetap berlangsung.

Adapun penyelenggaraan pembelajaran, kata dia, mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi NTT dengan menerapkan belajar dari rumah dan di tempat pengungsian untuk menghindari gedung sekolah nan berpotensi roboh.

“Hindari gedung nan berpotensi roboh dan melukai, lantaran gempa susulan nan tetap terus berlangsung,” ujarnya. 

Dari pendataan sementara, sebanyak 923 satuan pendidikan menerapkan belajar dari rumah, 171 sekolah melaksanakan pembelajaran daring, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kemendikdasmen, ujar Arip, telah menerbitkan pedoman pembelajaran masa darurat dengan menekankan elastisitas pembelajaran, materi esensial, literasi dan numerasi dasar, serta support psikososial bagi siswa dan pembimbing nan terdampak gempa NTT.

Kelas Darurat

Untuk mempercepat pemulihan aktivitas belajar, Kemendikdasmen menyiapkan 100 tenda ruang kelas nan ditargetkan mulai digunakan pada pekan depan.

Pemerintah juga menyiapkan pendampingan psikososial bagi siswa dan pembimbing serta menyalurkan support berupa 5.000 school kit, 1.500 family kit, 3.956 papan tulis, dan 123.522 buku.

Selain itu, dia mengatakan Tim Kemendikdasmen sejak 16 Agustus telah bergerak dari Labuan Bajo membawa 4.500 bingkisan anak, 810 paket sembako, dan 400 family kit untuk disalurkan ke wilayah terdampak gempa NTT. Tim juga bergerak ke sejumlah wilayah, termasuk Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Sikka. (H-4)

Selengkapnya