1,49 Juta Penerima Bansos Bermain Judol, Lebih dari 1 Juta Masih Anak-anak

2 jam yang lalu 3

loading...

Mensos Saifullah Yusuf menyebut, pihaknya menemukan 1.494.652 info penerima bansos terindikasi bermain gambling online. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1 juta adalah anak-anak. Foto/SindoNews

JAKARTA - Kementerian Sosial ( Kemensos ) menemukan 1.494.652 info penerima support sosial (bansos) nan terindikasi bermain gambling online (judol). Dari jumlah tersebut, golongan berstatus anak menjadi nan paling banyak terindikasi melakukan transaksi gambling online, ialah lebih dari 1 juta.

Temuan itu merupakan hasil pemadanan info Kemensos dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako pada penyaluran triwulan II 2026.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bansos PKH dan Sembako kudu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bukan untuk gambling online. Karena itu, pemerintah tidak bakal menoleransi penerima bansos nan terbukti menyalahgunakan bantuan.

Baca juga: Miris! 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judi Online

“Jadi intinya kita bakal terus melakukan sosialisasi edukasi kepada family penerima faedah (KPM) untuk betul-betul dimanfaatkan untuk kebutuhan nan sudah ditentukan. Jangan digunakan untuk main judol,” kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos, Jakarta, dikutip Rabu (19/8/2026).

Kemensos juga membuka ruang penjelasan bagi KPM nan datanya terindikasi mengenai transaksi gambling online. Klarifikasi dapat dilakukan melalui pemerintah desa maupun pendamping sosial untuk memastikan apakah transaksi betul dilakukan oleh nan berkepentingan alias identitasnya digunakan oleh pihak lain.

Jika setelah proses penjelasan ditemukan bukti penggunaan bansos untuk gambling online, penyaluran support bakal dihentikan. “Kita tentu pada akhirnya memberikan hukuman untuk tidak bakal kita salurkan (bansos) lagi, kita nonaktifkan itu,” jelas Gus Ipul.

Lihat video: GEGER! 6.300 ASN Kementerian PU Terlibat Judi Online, Terancam Sanksi

Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Kemensos Joko Widiarto mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap penerima bansos triwulan II beserta seluruh personil family nan tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK).

Selengkapnya