ilustrasi pencatatan gempa bumi.(Antara)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.598 gempa susulan hingga Senin (17/8) pukul 07.00 WIB setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, mengatakan gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2 dan terkecil 1,3, sedangkan 54 gempa dirasakan masyarakat.
"Ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2, nan terkecil 1,3, dan kemudian nan dirasakan kira-kira 54 gempa," katanya.
Teuku Faisal mengatakan BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan dan proses peluruhannya setelah gempa utama.
Menurut dia, aktivitas gempa susulan diperkirakan berangsur meluruh dalam dua hingga tiga pekan ke depan. "Kita terus tetap memantau mengenai dengan peluruhannya, kemungkinan dalam 2-3 minggu ke depan dia bakal meluruh," katanya.
Teuku Faisal mengatakan pemantauan proses peluruhan gempa susulan diperlukan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah pemulihan gedung nan terdampak.
Setelah aktivitas gempa susulan semakin mereda, kata dia, perbaikan alias penguatan gedung dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi serta tingkat kerusakan masing-masing bangunan.
"Sehingga kita mulai dapat melakukan 'retrofitting' alias perbaikan gedung alias pembangunan kembali jika dibutuhkan," katanya.
BMKG juga telah mengerahkan tim ke wilayah terdampak gempa di NTT. Menurut Teuku Faisal, terdapat tiga unit pelaksana teknis (UPT) BMKG di Pulau Flores serta dua pos pemantauan nan mendukung pemantauan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.
"Di NTT tim kita sekarang sudah bergerak ke lokasi. Bahkan ada tiga UPT alias instansi BMKG nan ada di Pulau Flores dan juga ada dua pos kami di sana," katanya.
Personel BMKG di lapangan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim pencarian dan pertolongan dalam mendukung penanganan pascagempa.
Teuku Faisal mengatakan BMKG mempunyai personel nan tersebar di 191 letak di Indonesia sehingga dapat segera berkoordinasi dengan pemerintah wilayah ketika terjadi musibah gempa bumi.
Gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8) dan sempat memicu peringatan awal tsunami. BMKG kemudian mengakhiri peringatan awal tsunami setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi telah memenuhi kriteria untuk pencabutan peringatan. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·