Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mengawal upaya percepatan normalisasi pengedaran Bahan Bakar Minyak (BBM) nan dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Berbagai langkah penguatan pengedaran nan dijalankan secara intensif mulai menunjukkan hasil. Kondisi antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Medan dan wilayah sekitarnya, berangsur terurai sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin membaik.
Untuk mempercepat normalisasi pengedaran BBM di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan sekitar 35 persen kapabilitas armada mobil tangki beserta Awak Mobil Tangki, mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan BBM melalui akomodasi Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli. Berbagai langkah tersebut mendorong peningkatan penyaluran BBM ke SPBU hingga mencapai 120-125 persen dibandingkan kondisi normal.
Dalam peninjauannya di Fuel Terminal Medan Group, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa kondisi stok BBM di Sumatera Utara saat ini dalam kondisi aman. Pasokan juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.
"Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU nan tersebar di wilayah Sumatera Utara ini," ujar Wahyudi dikutip, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, peningkatan suplai BBM hingga 120-125 persen merupakan langkah percepatan nan dilakukan untuk mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU.
"Ini menambah peningkatan suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125%. Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112% menjadi 120-125%. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU nan menjadi perhatian masyarakat," tegasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan BPH Migas berbareng PPN pada Jumat Sore (17/7), antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan telah berangsur normal.
"Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya nyaris mendekati tidak ada antrean. Ini kondisi pada pukul 17.45 WIB. Kita bakal terus melakukan pemantauan untuk mempercepat pemulihan pengedaran BBM di Sumatera Utara agar kembali normal," tuturnya.
Pada kesempatan nan sama, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 tetap berada di bawah rerata realisasi nasional. Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran pertalite di Sumatera Utara, sehingga persoalan nan terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota.
"Realisasi ini (solar dan pertalite) tetap di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada hambatan dari sisi kuota nan telah ditetapkan," terangnya.
Fathul menilai pertimbangan perlu difokuskan pada aspek distribusi, termasuk penguatan sistem peringatan awal dan pemantauan armada pengedaran secara menyeluruh agar potensi hambatan dapat diantisipasi lebih cepat.
"Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan alias SPBU. Permasalahan ini kudu bisa segera diselesaikan," tuturnya, seraya mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik agar masyarakat memperoleh jasa pengedaran BBM nan prima.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, mengatakan seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group melangkah kondusif dan terus dioptimalkan selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. Peningkatan penyaluran tersebut dilakukan untuk memperkuat stok BBM di tingkat SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
"Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga bisa mengurai antrean nan tetap terjadi," ujar Sunardi.
Selain melakukan penguatan pengedaran dari sisi operasional, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berbareng BPH Migas juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Medan. Hasil pemantauan menunjukkan penyaluran Solar dan Pertalite berjalan lancar, dengan kesiapan stok nan terus dijaga melalui pengisian secara berkepanjangan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Perbaikan kondisi tersebut juga mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Samsuri (60), pengemudi ojek daring di Kota Medan, mengaku proses pengisian BBM nan sempat mengalami antrean sekarang telah jauh lebih lancar.
"Kepada masyarakat, beberapa hari nan lampau saya mengimbau agar bersabar lantaran ada kendala. Sekarang sudah mantap dan sudah lancar. Saya merasakannya langsung," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Hasbi (23), seorang pengemudi truk, nan merasakan waktu tunggu pengisian BBM sekarang jauh lebih singkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
"Terima kasih kepada pemerintah. BBM di Sumatera Utara sekarang sudah lancar," katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan dan Fuel Terminal Manager Medan Group PPN Teddy Manuputty.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bakal terus memperkuat koordinasi berbareng BPH Migas, pemerintah daerah, abdi negara penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses normalisasi pengedaran BBM melangkah secara optimal.
Melalui operasional Fuel Terminal, armada mobil tangki, serta SPBU nan terus disiagakan, Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan daya agar kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara dapat terpenuhi dengan baik.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

3 hari yang lalu
14







English (US) ·
Indonesian (ID) ·