10 Saran Ahli untuk Kembangkan Hilirisasi Emas RI

47 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Chairman Indonesia Mining (IMI) Irwandy Arif menyampaikan beragam saran kepada para pemangku kepentingan agar emas tak hanya menjadi peralatan nan diperjualbelikan. Sederet saran tersebut bermaksud untuk mengembangkan industri emas di Indonesia.

"Jadi sebenarnya saya sudah mempersiapkan ini, bahwa emas itu jangan dipandang kita hanya jual-beli saja. Jadi produksi-produksi saja jangan. Jadi apa nan kudu dilakukan pemerintah," kata dia dalam Mindialogue 2026, Rabu (12/8/2026).

Pertama adalah mengintegrasikan sumber daya dan persediaan serta penambangan emas. Menurut dia, persediaan adalah jiwa dari perusahaan tambang.

"Tanpa cadangan, jangan mengaku sebagai perusahaan tambang. Jadinya perusahaan trading," tutur Irwandy.

Kedua, adalah standarisasi dan peningkatan kualitas refinery emas di Indonesia. Dia menyebut standarisasi sudah dilakukan oleh ANTAM melalui sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA). Ketiga aset emas jangan hanya dipersiapkan untuk diperjualbelikan. Dengan kata lain emas dapat difungsikan sebagai instrumen keuangan.

"Sudah terjadi pergeseran daripada membeli perhiasan menjadi batangan dan menjadikan lindung nilai di bank," jelas Irwandy.

Sebagai instrumen keuangan, emas dapat disimpan alias digunakan sebagai pembiayaan berbasis emas. Emas juga dapat difungsikan sebagai investasi, gold financing, atau gold sovereign wealth fund.

Saran selanjutnya adalah Indonesia perlu mengembangkan industri perhiasan. Bahkan saat ini Indonesia mempunyai larangan untuk mengekspor perhiasan.

"Akibatnya diakalin lagi, kalung itu dibuat kalung-kalung emas buntel nan besar sekali. Supaya bisa ekspor. Itu nan terjadi sekarang ya," jelas dia.

Selanjutnya adalah perlunya pengaturan persediaan emas di Bank Indonesia. Menurut Irwandy, patokan ini bisa dibuat dengan menyesuaikan kondisi finansial negara.

Saran keenam adalah memperhatikan ranking negara tanpa mematikan investasi. Ini dilakukan agar terjadi perkembangan investasi di Indonesia.

Selanjutnya adalah reformasi pertambangan rakyat sebagaimana nan diprakarsai oleh MINDID. Adanya reformasi pertambangan rakyat dapat meningkatkan produksi emas.

Dia mengungkapkan saat ini Indonesia memproduksi hingga 100 ton emas per tahun dari aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Ketika reformasi ini dilakukan, Indonesia bakal memproduksi kurang lebih 120 ton emas per tahun.

"Kalau ini terjadi, ini luar biasa nanti. Pemasukan buat negara. Konsepnya sedetail-detailnya sudah disusun dalam dua kali FGD," ujar dia.

Saran berikutnya adalah memisahkan emas legal dan emas ilegal. Dalam perihal ini Indonesia perlu menyiapkan sistem traceability emas.

Penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di aktivitas pertambangan juga perlu dilakukan. Lalu perlunya kebijakan-kebijakan nan mempermudah industri emas.

Saran terakhir adalah pendirian sekolah di sekitar wilayah pertambangan emas. Dia menjelaskan upaya semacam ini dilakukan PT Freeport Indonesia melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN). Namun IPN bermaksud melatih operator-operator dan tidak konsentrasi pada sekolah emas.

"Kalau ini bisa dijalankan, 10, 11 langkah ini, maka industri emas kita bakal bisa berkibar bendera merah putih di sana," tegas Irwandy.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya