13 Warga Palestina Ditangkap Israel dalam Penggerebekan di Tepi Barat

2 jam yang lalu 3
13 Warga Palestina Ditangkap Israel dalam Penggerebekan di Tepi Barat Tentara Israel.(Anadolu)

PASUKAN Israel menangkap 13 penduduk Palestina, termasuk seorang anak, dalam serangkaian penyergapan di wilayah Tepi Barat nan diduduki pada Minggu. Operasi tersebut juga diwarnai tindakan pembakaran properti dan kerusakan terhadap lahan pertanian milik penduduk Palestina.

Di wilayah utara Tepi Barat, pasukan Israel dilaporkan membakar sebuah ruangan tempat tinggal milik penduduk Palestina di bagian utara Kota Osarin, sebelah selatan Nablus. Informasi tersebut disampaikan sejumlah sumber lokal kepada Anadolu.

Selain membakar tempat tinggal, pasukan Israel juga membakar sebagian sebuah kendaraan di letak tersebut. Sumber nan sama mengatakan slogan-slogan bersuara rasis turut disemprotkan di sekitar lokasi.

Di Betlehem, pasukan Israel melakukan penyergapan di area Khala'il al-Louz, sebelah timur kota. Dalam operasi tersebut, pipa irigasi nan digunakan untuk mengairi tanaman dilaporkan dirusak. Pasukan Israel juga menebang sejumlah pohon serta merusak properti dan lahan pertanian milik penduduk Palestina.

Menurut instansi buletin resmi Palestina, Wafa, pasukan Israel turut mencabut pohon oliva dan tanaman anggur dari lahan penduduk Palestina di Desa al-Minya, sebelah timur Betlehem. Dalam operasi di wilayah Betlehem, dua penduduk Palestina, termasuk seorang anak, ditangkap dari Desa al-Rashaydeh.

Sementara itu, di Qalqilya, enam penduduk Palestina ditangkap setelah pasukan Israel menggerebek kota tersebut dan melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah di area Kafr Saba dan al-Naqqar, menurut Wafa. Lima penduduk Palestina lainnya juga ditangkap dalam operasi militer Israel di Kota Tulkarem.

Di Ramallah, pasukan Israel menutup akses masuk dari sisi barat menuju Desa al-Mughayyir, nan terletak di timur laut kota. Penutupan tersebut membikin penduduk Palestina tidak dapat keluar maupun memasuki desa melalui jalur tersebut.

Pasukan Israel juga menginterogasi sejumlah penduduk dan menembakkan gas air mata ke arah kendaraan. Sumber lokal kepada Anadolu mengatakan akses barat tersebut sekarang menjadi satu-satunya jalur masuk dan keluar Desa al-Mughayyir. Kondisi itu terjadi setelah pasukan Israel menutup akses timur desa pada 7 Oktober 2023.

Di wilayah pinggiran Desa Burqa, sebelah timur Ramallah, pasukan Israel juga dilaporkan membakar sebuah tenda, sejumlah peralatan, dan pakan ternak milik seorang petani Palestina.

Kekerasan di Tepi Barat Meningkat

Situasi keamanan di Tepi Barat terus memburuk sejak perang Israel di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023. Sejak saat itu, wilayah tersebut mengalami peningkatan serangan dan operasi militer Israel. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran dari pihak Palestina serta organisasi internasional mengenai akibat berkepanjangan dari eskalasi kekerasan di wilayah pendudukan.

Serangkaian penggerebekan, penangkapan, pembatasan akses, serta kerusakan terhadap properti dan lahan pertanian penduduk Palestina terus menjadi bagian dari ketegangan nan berjalan di Tepi Barat. (Fer/P-3)

Selengkapnya