ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 14 anak tewas setelah atap sebuah pusat pengarahan belajar (bimbel) ambruk di kota Lahore, Pakistan timur, Selasa waktu setempat. Layanan darurat Punjab mengatakan tim penyelamat menemukan anak-anak dan seorang pembimbing wanita berumur 30 tahun di bawah reruntuhan akomodasi sepulang sekolah swasta.
Dilaporkan gimana anak-anak nan tewas berumur lima hingga 16 tahun. Sebagian besar berumur di bawah sembilan tahun.
Menteri Penerangan Punjab Azma Bokhari mengatakan laporan awal menunjukkan pusat pengarahan belajar tersebut tidak terdaftar dan beraksi di dalam sebuah gedung tempat tinggal milik pribadi di bawah genting nan bobrok. Pusat-pusat pendidikan seperti ini umum ditemui di Pakistan, di mana anak-anak mengikuti pelajaran tambahan di luar jam sekolah reguler.
"Jika terjadi kelalaian, kecerobohan, alias pelanggaran norma apa pun, mereka nan bertanggung jawab bakal menghadapi tindakan norma nan tegas," kata Bokhari dalam sebuah pernyataan dimuat The Guardian, merujuk Reuters dan AFP, Rabu (1/7/2026).
"Para pekerja sedang memperbaiki ubin gedung ketika atapnya rusak," tambah laporan tersebut.
Sementara itu, stasiun penyiaran Geo News menayangkan gambar tim penyelamat berseragam dan penduduk sipil menggunakan sekop dan tangan mereka untuk menggali tanah dan puing-puing di gedung nan sebagian runtuh. Kerabat anak-anak nan meninggal setelah genting pusat pendidikan runtuh di Lahore.
"Atapnya dalam kondisi buruk," kata om salah satu korban sembari menambahkan bahwa pekerjaan perbaikan sedang dilakukan pada ubin sementara anak-anak belajar.
Di sisi lain, pihak berkuasa menjanjikan penyelidikan. Polisi provinsi mengatakan pada X bahwa dua orang telah ditahan atas musibah tersebut.
Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan kesedihannya atas kejadian ini. Ia mengatakan dia "berdoa agar korban luka segera sembuh dan mengarahkan pihak berkuasa untuk memberi mereka semua support medis nan mungkin".
Runtuhnya genting dan gedung sering terjadi di Pakistan, terutama lantaran standar keselamatan nan jelek dan bahan bangunan nan tidak aman. Pada Juli tahun lalu, 27 orang tewas dan 10 lainnya luka-luka ketika sebuah gedung berlantai lima runtuh di wilayah miskin Lyari di selatan kota Karachi.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·