2 Keluarga Palestina Dikepung Pemukim Israel di Tepi Barat, Bantuan Ditolak Masuk

1 jam yang lalu 3
2 Keluarga Palestina Dikepung Pemukim Israel di Tepi Barat, Bantuan Ditolak Masuk Krisis kemanusiaan terjadi di Qusra, Tepi Barat. Aktivis tertahan saat hendak menyalurkan support makanan dan air bagi penduduk Palestina nan dikepung pemukim Israel.(AFP)

AKTIVIS kemanusiaan berupaya menyalurkan support logistik bagi penduduk Palestina di Qusra, Tepi Barat Terpendudukan, nan rumahnya dikepung oleh pemukim Israel selama beberapa hari. Bantuan berupa makanan dan air terpaksa ditinggalkan di luar area pemukiman setelah pergerakan tim tertahan.

Pengepungan nan berjalan sejak Minggu lampau itu menimpa dua family Palestina, termasuk family Abu Ridi dan Hassan. Pasokan listrik dan air bersih ke kediaman mereka telah diputus total. Dua penduduk setempat mengungkapkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melarang aktivis menyerahkan support secara langsung. Namun, pihak IDF membantah tuduhan tersebut.

IDF berkilah bahwa area Qusra telah ditetapkan sebagai "zona militer tertutup", sehingga penduduk sipil Israel nan tergabung dalam golongan aktivis dilarang melintas.

"Namun mereka tidak dihalangi untuk menyalurkan support ke rumah-rumah penduduk Palestina di Qusra," tulis pernyataan resmi IDF.

Ketegangan di area tersebut terus meningkat. Pada Jumat lalu, sejumlah pemukim Israel kembali mendirikan tenda di sekitar lokasi, hanya sehari setelah operasi pembubaran massa dilakukan. Tenda tersebut kemudian dibongkar kembali oleh aparat.

Wali Kota Qusra, Abdul Azim Wadi, menuturkan kepada BBC tentara Israel menggunakan beberapa rumah penduduk Palestina nan dikosongkan sebagai barak militer. Menanggapi perihal itu, militer Israel menyatakan langkah tersebut diambil untuk "melindungi warga" dan prajurit telah "diinstruksikan agar penduduk Qusra tetap berada di rumah mereka."

Juru bicara militer Israel sebelumnya mengecam tindakan para pemukim tersebut sebagai perihal nan "tercela" dan "tidak dapat diterima". Pemerintah berjanji bakal melakukan penyelidikan serta menangkap pihak-pihak nan bertanggung jawab.

Aksi pembatasan dan pengambilalihan lahan oleh pemukim Israel di Tepi Barat mencatatkan tren peningkatan. Berdasarkan info PBB, sepanjang tahun 2026, sekitar 3.800 penduduk Palestina terpaksa mengungsi akibat kekerasan pemukim, penggusuran, serta pembongkaran rumah, di mana nyaris separuh dari korban terdampak merupakan anak-anak. (BBC/Z-2)

Selengkapnya