Dok. Presiden Prabowo Subianto mengeklaim telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 663 hari masa jabatannya(Dok. Youtube Sekretariat Presiden)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengeklaim pemerintahannya telah mengambil dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan alias 663 hari sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan persoalan negara nan sebagian besar telah berjalan selama puluhan tahun.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Jumat (14/8). Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mengambil satu kebijakan transformatif rata-rata setiap lima hari sekali.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah nan saya pimpin memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara," ujar Prabowo.
Prabowo mengakui bahwa sejumlah persoalan nan ditangani selama 21 bulan terakhir sebelumnya dianggap terlalu rumit untuk diselesaikan. Meski demikian, dia menegaskan tidak menyatakan seluruh persoalan bangsa telah tuntas sepenuhnya.
"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai. Atau bahwa seluruh janji nan saya ucapkan telah tertunaikan, belum. Saya tidak mengatakan selesai, saya mengatakan kita mulai selesaikan," tegasnya.
Dalam menjalankan pemerintahan, Prabowo memaparkan empat pedoman utama: melaksanakan perintah UUD 1945, melindungi kepentingan inti nasional termasuk kekayaan bangsa, mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu singkat, serta memastikan orientasi kerja untuk kepentingan rakyat hingga generasi mendatang.
Prabowo juga menyinggung beban kerja para menteri dan pembantunya nan sangat tinggi demi mengejar sasaran tersebut. Ia mengungkapkan beberapa menteri apalagi mengalami kelelahan bentuk nan serius akibat tuntutan pekerjaan.
"Demikian kerasnya menteri-menteri dan pembantu-pembantu saya bekerja, beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada nan pingsan, operasi, banyak nan kecapekan," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kerja keras ini merupakan akibat dari amanah rakyat nan kudu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·