24 Korban KMP Mutiara Sentosa II Jalani Perawatan Medis Darurat

2 jam yang lalu 4
24 Korban KMP Mutiara Sentosa II Jalani Perawatan Medis Darurat Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).(Antara/Umarul Faruq)

SEBANYAK 24 korban kapal KMP Mutiara Sentosa II nan sukses dievakuasi ke Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, sekarang mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit. Sementara itu, penumpang nan tidak memerlukan perawatan unik difasilitasi untuk menginap di salah satu hotel di area pelabuhan tersebut.

Kepala Kantor Basarnas A Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa sebaran korban nan dirawat terbagi di dua letak berbeda. Sebanyak 20 orang menjalani perawatan di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya, sedangkan empat korban lain dirawat di rumah sakit di wilayah Sumenep.

"Yang dibawa ke rumah sakit dengan kondisi luka-luka, di Rumah Sakit PHC ada 20 orang, kemudian di Sumenep sendiri ada empat orang. Semua penumpang sebagian besar dibawa ke Surabaya," ujar Nanang, Senin (3/8).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, rata-rata korban mengalami luka benturan. Cedera tersebut terjadi saat para penumpang berupaya menyelamatkan diri ketika kapal mengalami insiden. Nanang menjelaskan bahwa luka-luka tersebut kebanyakan disebabkan oleh tumbukan bentuk saat proses pemindahan berdikari keluar dari kapal.

Bagi korban selamat nan tidak mengalami luka dan tidak memerlukan penanganan medis, pihak Basarnas menyerahkan mereka kepada pemilik kapal. Mereka sekarang menempati akomodasi tempat rehat nan disediakan sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut dari pihak otoritas dan operator.

Hingga saat ini, info Basarnas mencatat sebanyak 234 dari total 236 penumpang sukses dievakuasi dengan selamat. Namun, petugas tetap melakukan pencarian terhadap dua orang lain yang dilaporkan hilang.

Pihak Basarnas berbareng operator kapal juga terus melakukan verifikasi terhadap info manifest penumpang guna memastikan jumlah pasti orang nan berada di atas kapal saat kejadian terjadi. Proses pencarian dan pendataan bakal terus diperbarui seiring dengan perkembangan di lapangan. (I-2)

Selengkapnya