Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 3.000 penduduk berpenghasilan rendah di Singapura bakal mendapatkan makanan hangat cuma-cuma melalui program baru nan menyediakan loker makanan di sekitar tempat tinggal mereka. Program tersebut mulai melangkah pada September 2026 dan menyasar sekitar 1.000 rumah tangga di area Tampines, Punggol, serta Pasir Ris-Changi.
Program berjudul Warm Meals @ North East ini diluncurkan berbareng North East Community Development Council (CDC) pada Jumat (21/8/2026). Wali Kota Distrik North East, Baey Yam Keng, mengatakan akses terhadap makanan bergizi merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap keluarga.
"Kami berambisi dapat meringankan beban sehari-hari dan memperkuat ekosistem support nan tersedia bagi rumah tangga berpenghasilan rendah di organisasi kami," ujarnya, dikutip dari Channel News Asia (CNA).
Setiap rumah tangga peserta nantinya memperoleh angsuran makanan senilai S$500 (sekitar Rp6,98 juta/asumsi kurs Rp13.950 per dolar Singapura). Nilai tersebut diperkirakan cukup untuk membeli sekitar 165 porsi makanan selama satu tahun.
Warga dapat mengakses makanan menggunakan kode QR. Makanan hangat tersedia untuk makan siang pada pukul 12.00-15.00 dan makan malam pukul 17.00-20.00.
Makanan disiapkan secara segar setiap hari menjelang waktu penyajian. Waktu pengambilan dibatasi selama tiga jam untuk menjaga kualitas dan kesegaran makanan.
Menu nan disediakan telah bersertifikat legal dan dirancang dengan komposisi protein, sayuran, serta karbohidrat nan seimbang. Pilihan makanan mencakup spaghetti creamy dengan ayam panggang, udon ayam tumis, ayam rendang, nasi tahu vegetarian dengan saus jamur, hingga nasi ikan teriyaki.
"Menu dirotasi secara berkala untuk memberikan ragam serta memenuhi beragam selera dan kebutuhan diet," demikian keterangan penyelenggara.
Habiskan Rp7 Miliar
Program tersebut didanai melalui campuran biaya sebesar S$500.000 alias sekitar Rp6,98 miliar, dengan support Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga (MSF) Singapura. Keberlanjutan program setelah 12 bulan bakal berjuntai pada tanggapan masyarakat dan kesiapan sumber daya.
Jika melangkah sesuai rencana, cakupan program bakal diperluas untuk menjangkau lebih banyak rumah tangga berpenghasilan rendah di Distrik North East. Konsepnya mirip program makan bergizi cuma-cuma (MBG) di Indonesia, tetapi dengan sistem angsuran digital dan loker makanan nan ditempatkan dekat permukiman warga.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

2 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·