Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.(Dok. AFP/Gaye GERARD)
PERDANA Menteri Australia, Anthony Albanese, mengonfirmasi bahwa puluhan penduduk negaranya dilaporkan lenyap menyusul musibah banjir bandang dan tanah longsor luar biasa nan menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (27/8/2026), Albanese menyebut bahwa otoritas mengenai tengah berupaya melakukan pencarian terhadap para korban nan terdampak musibah longsor Nepal tersebut.
"Saat ini, ada 34 penduduk negara Australia nan dinyatakan hilang," ujar Albanese sebagaimana dikutip dari laporan nan diterima di Moskow.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, melalui platform X (sebelumnya Twitter), menambahkan bahwa pejabat dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) terus bekerja intensif untuk memastikan keberadaan dan keselamatan penduduk Australia di letak bencana. Koordinasi dengan otoritas setempat terus dilakukan guna mendapatkan info terbaru.
Ratusan Orang Hilang di Perbatasan Gyirong
Bencana ini bermulai dari longsor lumpur besar nan terjadi di wilayah Nepal pada Rabu (26/8/2026) pagi. Material longsor menerjang area di sekitar perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong), nan menghubungkan Nepal dengan wilayah otonom Tibet, Shigatse, Tiongkok.
Berdasarkan laporan dari China Central Television (CCTV), skala musibah ini sangat luas. Data sementara menunjukkan:
- Total korban lenyap mencapai 558 orang.
- Sebanyak 260 di antaranya merupakan penduduk negara asing (termasuk 34 penduduk Australia).
- Tiga orang dilaporkan telah meninggal dunia.
Pihak berkuasa menekankan bahwa angka-angka tersebut tetap dalam proses pendataan dan verifikasi lebih lanjut, mengingat akses komunikasi dan medan di letak musibah nan susah pasca terjangan lumpur. (Ant/Sputnik/H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·