Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mengantongi daftar 40 perusahaan baja nan bakal diperiksa mengenai pengemplangan pajak.
"Saya punya list 40. Baru diperiksa satu," ujar Purbaya kepada awak media saat ditemui di Gedung Juanda, Jakarta pada Jumat (28/8/2026).
Dari hasil penelusuran tim Kementerian Keuangan, Purbaya mengatakan, total potensi pajak nan bocor perusahaan tersebut kurang lebih Rp 4 triliun sampai Rp 5 triliun.
"Dari sektor industri baja nan tidak beraksi sesuai patokan seperti beberapa dari perusahaan China potensinya bisa lebih dari Rp5 triliun. Dari sektor bahan gedung nan pola kerjanya sama, potensinya juga lebih dari Rp5 triliun," kata Purbaya.
Menkeu memastikan bakal berupaya membereskan masalah pengemplangan pajak nan teridentifikasi sejak awal tahun.
"Tahun depan masalah ini bakal kita selesaikan agar penerimaan negara lebih baik dan perusahaan nasional bisa lebih kompetitif. Perusahaan baja nasional kan saat ini tidak bisa bersaing lantaran tertekan," ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, hambatan penanganan masalah kepatuhan pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN), hingga bea masuk sektor upaya dari China itu belum bisa tertangani tuntas pada tahun ini lantaran lambatnya penanganan di direktorat terkait.
Purbaya menganggap, modus utama pengemplang pajak di dua sektor itu mengenai erat dengan praktik impor bodong nan bisa dengan bebas diperdagangkan di dalam negeri.
"Banyak juga praktik impor bodong untuk barang-barang nan kemudian dijual di tempat umum. Jumlah barangnya sangat banyak-kalau saya sebutkan satu per satu kelak jadi rumit. Selama ini penanganannya belum terlalu serius, dan saya bakal membereskan perihal tersebut," tegasnya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·