5 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Gempa Magnitudo 7,7 di Flores

54 menit yang lalu 2
5 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Gempa Magnitudo 7,7 di Flores Jumpa Pers Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berbareng Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko dan unsur Forkopimda lainnya di Polda NTT, Sabtu (15/8).(MI/Palce Amalo)

LIMA orang dilaporkan tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 nan mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi. Dua korban tewas di antaranya berasal dari Kabupaten Sikka, sedangkan tiga lainnya di Kabupaten Manggarai.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, info korban tersebut tetap terus diverifikasi oleh tim di lapangan. Pemerintah Provinsi NTT berbareng TNI, Polri, Basarnas, BMKG, BPBD, serta pemerintah kabupaten di Flores terus melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan.

“Korban jiwa, saat ini info nan saya terima sudah ada lima orang: dua di Sikka, tiga di Manggarai,” kata Emanuel dalam konvensi pers di Polda NTT, Sabtu (15/8) 

Menurut dia, lima korban tersebut diduga meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Namun, pemerintah tetap memastikan penyebab dan kondisi masing-masing korban melalui laporan dari petugas di lapangan.

Emanuel mengatakan, akibat gempa cukup serius di sejumlah wilayah, terutama area utara Flores. Pemerintah wilayah di seluruh kabupaten nan terdampak telah diminta segera mengecek kondisi wilayah masing-masing, termasuk kerusakan bangunan, korban meninggal, dan penduduk nan mengalami luka-luka.

“Memang kerusakannya itu, sejauh nan kita cermati, laporan nan kami peroleh, serius di beragam tempat, terutama wilayah utara Flores,” ujarnya.

Untuk memastikan kondisi terkini, Emanuel berbareng Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT dijadwalkan bertolak ke Flores menggunakan pesawat milik Polda NTT siang ini. 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memandang langsung akibat gempa sekaligus memastikan proses penanganan korban dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Emanuel mengakui info mengenai korban maupun kerusakan belum dapat disampaikan secara utuh lantaran tim SAR dan pemerintah wilayah tetap melakukan asesmen di sejumlah lokasi. “Lebih baik kita pastikan dulu. Kami minta maaf, belum bisa menyajikan info detail, termasuk juga mengenai perincian kerusakan,” katanya.

Ia meminta masyarakat dan media tidak menyebarkan info nan belum terverifikasi, termasuk berita mengenai ancaman tsunami maupun gempa susulan nan tidak berasal dari otoritas resmi nan bisa menyebabkan masyarakat makin panik. 

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan seluruh unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD dan lembaga mengenai telah dikerahkan untuk melakukan pencarian, pengamanan dan pemindahan korban gempa di Flores.

Kapolda berbareng Gubernur NTT dan unsur Forkopimda juga bakal turun langsung ke wilayah terdampak, ialah Sikka dan Nagekeo nan dilaporkan mengalami akibat cukup parah. Kunjungan tersebut sekaligus untuk memastikan kebutuhan korban serta hambatan petugas di lapangan. “Kami sudah mengerahkan seluruh sumber daya nan ada semaksimal mungkin,” ujarnya

Untuk kebutuhan pengungsi, makanan dan minuman menjadi prioritas utama. Jajaran TNI-Polri dan lembaga mengenai juga telah diperintahkan menyiapkan posko support di wilayah terdampak gempa. 

Kerahkan 2 Helikopter

Selain itu, pemerintah pusat juga disebut telah memberikan perhatian terhadap penanganan musibah tersebut. Sejumlah kementerian dan lembaga menyiapkan dukungan, termasuk pengerahan dua helikopter untuk membantu mobilisasi dan penanganan di wilayah terdampak.

Perwakilan BPBD NTT Richard Pelt meminta seluruh kontraktor nan mempunyai perangkat berat di Flores segera mengerahkan peralatan tersebut untuk membantu membuka akses jalan nan terdampak.

“Semua kontraktor nan punya perangkat berat wajib bantu pemerintah di situasi darurat ini. Jangan simpan perangkat beratnya,” kata Richard.

Ia juga mengimbau pelaku usaha, khususnya toko makanan dan minuman di Flores, membantu memenuhi kebutuhan dasar penduduk terdampak pada tahap awal musibah melalui pemerintah kabupaten dan kota, TNI, serta Polri. Pemerintah Provinsi NTT berbareng seluruh unsur mengenai bakal terus memperbarui info korban dan kerusakan setelah hasil asesmen lapangan. (Z-2)

Selengkapnya