Jakarta, CNBC Indonesia - Kepanikan melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) usai gempa bumi tektonik luar biasa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Merespons peringatan awal tsunami dan guncangan hebat, sekitar 2.000 penduduk Kabupaten Nagekeo langsung melakukan pemindahan berdikari ke tempat nan lebih tinggi demi menyelamatkan diri.
Aksi tanggap darurat penduduk tersebut dilakukan di tengah ancaman gelombang laut dan gempa susulan. Tak hanya di Nagekeo, penduduk di beragam area pesisir NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sulawesi Selatan juga sempat berceceran keluar rumah dan mengevakuasi diri.
Melihat kondisi darurat ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto berbareng Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengonfirmasi bakal segera terbang ke letak terdampak untuk memimpin langsung penanganan di lapangan.
Helikopter Dikerahkan, Akses Nagekeo Lumpuh-Listrik Padam
Guna mendukung penanganan penduduk nan berevakuasi serta pengedaran support ke wilayah terisolasi, BNPB mengerahkan support satu unit helikopter operasional. Dukungan jalur udara ini menjadi krusial mengingat geografis NTT nan berpulau-pulau.
Hingga Sabtu pagi, situasi di lapangan tetap dinamis. Petugas campuran terus menangani akibat gempa di Kabupaten Nagekeo di mana aliran listrik dilaporkan padam total dan jalur lampau lintas mengalami kemacetan parah akibat arus pemindahan warga.
Sementara itu, BMKG secara resmi telah mengakhiri Peringatan Dini Tsunami pada pukul 07.31 WIB setelah hasil pemantauan tide gauge menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut nan membahayakan.
Update Korban Jiwa-Kerusakan Infrastruktur
BNKG dan BNPB memperbarui info pengesahan korban di lapangan hingga pukul 08.00 WIB. BNPB mengonfirmasi satu orang meninggal bumi dan empat orang mengalami luka-luka di Kabupaten Sikka dan Nagekeo.
Catatan Redaksi: BNPB menyampaikan permohonan maaf atas revisi laporan awal nan sempat menyebut dua korban jiwa, setelah verifikasi aktual oleh tim di lapangan mengonfirmasi jumlah korban meninggal sebanyak satu orang.
Selain korban jiwa dan pemindahan massal warga, pendataan sementara mencatat sejumlah kerusakan infrastruktur:
-
Permukiman: 2 unit rumah rusak berat, 1 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak ringan.
-
Fasilitas Publik & Logistik: 1 penyimpanan Bulog terdampak, 3 akomodasi umum rusak ringan, serta 6 instansi pemerintahan mengalami kerusakan.
-
Wilayah Terdampak Lain: Di Kota Bima, NTB, tercatat 1 KK (6 jiwa) terdampak guncangan.
Pemerintah Pusat Jamin Bantuan Logistik
BNPB menegaskan bahwa tim penanganan darurat telah diterjunkan untuk mendampingi BPBD wilayah dalam melakukan kaji cepat, verifikasi dampak, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi ribuan penduduk nan tetap memperkuat di posko pemindahan maupun area aman.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa susulan, tidak memaksakan diri memasuki gedung nan retak alias rusak struktur, serta selalu menyaring info dari saluran resmi pemerintah.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·