57% SPBU Pertamina Sudah Salurkan BBM Biosolar B50

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Karawang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 57% stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) telah menyalurkan bahan bakar biodiesel 50% alias B50. Implementasi B50 tersebut dikhususkan untuk jenis bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi alias Biosolar.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pengedaran B50 mulai menyebar secara merata di beragam wilayah di Indonesia. Ia menegaskan bahwa Pertamina telah melaporkan progres penyaluran stok bahan bakar nabati tersebut per awal Juli 2026.

"57% dari SPBU-nya Pertamina sudah ada. Jawa, Sumatera, terus sebagian Sulawesi ada jadi mulai menyebar. Tapi Pertamina sudah melaporkan tadi bahwa 57% sudah tersalurkan," katanya saat ditemui di sela aktivitas Peresmian Peluncuran Mandatori B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, dikutip Jumat (10/7/2026).

Penyaluran B50 sendiri sudah mencakup beberapa titik utama di Pulau Jawa seperti Cikampek, Surabaya, hingga wilayah DKI Jakarta nan dilaporkan sudah tersedia sepenuhnya di SPBU Pertamina.

Program tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan sumber daya domestik untuk produk solar nan mendapatkan support fiskal alias subsidi dari negara.

"Mulai 1 Juli itu merambah-merambah kayak titik di Cikampek ini semua udah, semua sudah, terus di mana Surabaya sudah, di Jakarta full sudah deh. Jawa sudah, Jawa sudah ada. Nah Pertamina kan punya banyak sekali SPBU kan. Nah di situ 57% sudah menyalurkan gitu," lanjutnya.

Meskipun penerapan sudah melangkah di kebanyakan SPBU Pertamina, pemerintah tetap memberlakukan masa transisi selama tiga bulan untuk memberikan waktu bagi badan upaya dalam menghabiskan sisa stok B40.

Langkah itu dinilai krusial agar setiap akomodasi blending mempunyai waktu nan cukup untuk menyesuaikan spesifikasi teknis bahan bakar sebelum beranjak penuh ke B50 pada Oktober mendatang.

"Pertamina perlu berapa bulan menyelesaikan stok B40? Nah, jawabannya adalah 2 bulan. Dan untuk nan BU BBM nan lain kan ada 34 badan upaya blending-nya itu memerlukan waktu 3 bulan. Makanya kita tertulis di Kepmen kan ada masa transisi itu," tandasnya.

Sebagai catatan, dasar norma penyelenggaraan Program Mandatori Biodiesel B50 adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati, serta Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 Tahun 2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak berupa Minyak Solar sebesar 50 persen dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan.

Kebijakan tersebut mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50% untuk semua jenis BBM berupa minyak Solar. Dalam pelaksanaannya, badan upaya bahan bakar nabati, badan upaya bahan bakar minyak, dan badan upaya penyalur wajib menerapkan standar dan mutu sesuai spesifikasi nan telah ditetapkan.

Asal tahu saja, Kementerian ESDM mencatat saat ini terdapat total 6.412 SPBU Pertamina nan menyalurkan produk biosolar dengan campuran biodiesel. sebanyak 57,6% diantaranya alias sebanyak 3.696 SPBU sudah menyalurkan biosolar dengan kandungan B50. Sementara sisanya sebanyak 2.716 SPBU tetap menyalurkan biosolar dengan kandungan B40.

Di samping itu, terdapat sebanyak 35 terminal titik serak salur B50 di seluruh Indonesia dan sebanyak 80 terminal dalam proses transisi dari B40 menuju B50.

Kementerian ESDM juga memperhitungkan akibat dari penerapan B50 beberapa diantaranya seperti penghematan devisa nan tercatat bakal mencapai Rp 170 triliun per tahun.

Adapun, nilai tambah industri CPO nan terhitung mencapai Rp 23,49 triliun per tahun, penyerapan tenaga kerja mencapai 2,1 juta orang, kebutuhan biodiesel (FAME) mencapai 16,7 juta - 18 juta KL per tahun.

Sementara itu, terhitung kebutuhan CPO mencapai 15,2 - 16,3 juta ton per tahun, hingga penurunan emisi nan dihitung bisa mencapai 44,46 juta ton per tahun.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya