6 Borok Nagelsmann yang Bikin Jerman Hancur di Piala Dunia 2026

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kegagalan tim nasional (timnas) Jerman di Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Tersingkirnya Die Mannschaft di babak 32 besar oleh Paraguay membuka kotak pandora terkait bobroknya situasi internal timnas di bawah didikan Julian Nagelsmann. Berikut daftar bobroknya Nagelsmann pimpin Jerman di Piala Dunia 2026.

Laporan eksklusif dari Sky Sport Jerman mengungkapkan daftar panjang kesalahan alias 'dosa' pembimbing berumur 38 tahun tersebut. Mulai dari komunikasi nan jelek via WhatsApp (WA), suasana kamp latihan nan membosankan, hingga mosi tidak percaya para pemain terhadap tim medis bawaan sang pelatih.

Nagelsmann sekarang dilaporkan berada di periode pemecatan oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB). Berikut adalah deretan borok internal Jerman di bawah didikan Nagelsmann nan disebut memicu kehancuran mereka di Piala Dunia 2026:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Taktik tanpa DNA, posisi gagal Kimmich

Usai Toni Kroos pensiun setelah Euro 2024, Nagelsmann dinilai kandas total dalam membangun identitas permainan baru. Ia tidak bisa menemukan sosok jenderal lapangan tengah nan bisa mendikte tempo permainan. Salah satu keputusan paling kontroversial adalah tetap memplot Joshua Kimmich sebagai bek kanan.

Di lapangan, Kimmich justru kerap masuk ke tengah untuk membantu transisi, mengabaikan fungsinya sebagai motor serangan di sisi sayap kanan. Hal ini membikin Leroy Sane terisolasi di lini depan dan memudahkan bek musuh mengantisipasi skema ofensif Jerman.

"Yang paling mengejutkan saya adalah minimnya buahpikiran di lapangan. Saya merasa para pemain sendiri tidak tahu apa DNA permainan kami sebenarnya," cetus mantan kapten Jerman, Ilkay Gundogan, dalam sebuah wawancara pasca-turnamen dengan MagentaTV.

Banner Gempita Bola 2026

2. Komposisi skuad tanpa bek kanan murni

Nagelsmann juga dinilai melakukan blunder fatal dalam penentuan pemain. Demi memaksakan penelitian taktis Kimmich, dia sama sekali tidak membawa satu pun bek kanan murni ke laga piala dunia.

Alih-alih menyertakan pemain nan tengah naik daun dan bermain reguler seperti Yann-Aurel Bisseck alias Matthias Ginter untuk memperkuat opsi rotasi, Nagelsmann memilih abai. Akibatnya, saat strategi hibrida Kimmich mandek, Jerman tidak mempunyai rencana persediaan di sektor tersebut.

3. Buat petunjuk lewat Pesan WhatsApp, Ganti Neuer diam-diam

Salah satu bentrok terbesar di internal skuad adalah style komunikasi Nagelsmann nan dinilai berjarak, kaku, dan condong arogan. Di belakang layar, para pemain mengeluhkan minimnya obrolan tatap muka secara personal.

Nagelsmann lebih sering memberikan petunjuk alias pemberitahuan krusial mengenai pemanggilan skuad hanya melalui pesan bunyi (voice notes) singkat di aplikasi WhatsApp.

Mantan pembimbing Bayern Munchen ini juga dikritik lantaran jarang memantau performa pemainnya secara langsung di stadion.

Kasus komunikasi terburuk menimpa kiper Oliver Baumann. Ia baru mengetahui dirinya didegradasi menjadi kiper persediaan melalui siaran langsung mikrofon Sky Sport, setelah berbulan-bulan diyakinkan oleh tim pembimbing bahwa dia bakal menjadi kiper utama menyusul kembalinya Manuel Neuer.

Mantan bek veteran Jerman, Mats Hummels, juga sempat melayangkan kritik tajam nan menyebut bahwa Nagelsmann tidak bertindak jujur dan setara kepada para pemain senior menjelang turnamen besar.

4. Janji palsu, kritik pemain di depan media

Nagelsmann dinilai merusak prinsip jenjang tim nan dia bangun sendiri. Gelandang Leon Goretzka, nan sempat dicoret pada tahun 2024, dipanggil kembali musim semi ini dengan janji manis bakal diberikan peran krusial di Piala Dunia 2026 berasas wawancaranya dengan kicker.

Namun kenyataannya, Goretzka justru di bangku persediaan sepanjang turnamen.

Kondisi serupa dialami striker muda Nick Woltemade. Jarang mendapatkan menit bermain, dia tiba-tiba dimasukkan dalam situasi krusial adu penalti melawan Paraguay dalam kondisi mental nan rapuh, nan berujung pada kegagalan eksekusinya.

Lebih jelek lagi, Nagelsmann tak segan mengambinghitamkan pemainnya sendiri di depan publik. Usai laga kontra Paraguay, dia menyalahkan penyerang Deniz Undav secara terbuka ke media.

"Deniz harusnya mengoper bola secara mendatar di menit pertama. Dia tidak boleh men-chip bola dalam situasi seperti itu. Jika itu gol, kita sudah unggul 1-0," ujar Nagelsmann.

5. Kamp latihan membosankan

Kondisi psikologis pemain makin diperparah dengan pemilihan letak kamp latihan di Hotel 'The Graylyn Estate' di Winston-Salem, Carolina Utara. Kamp nan dipilih demi efisiensi jarak ke airport dan lapangan latihan itu rupanya sangat terisolasi dan membosankan.

Saking frustrasinya dengan atmosfer nan menjemukan, Joshua Kimmich apalagi sempat bertanya kepada wartawan di sela-sela konvensi pers mengenai rekomendasi aktivitas senggang di hari libur.

Penyerang Nick Woltemade juga membeberkan dalam sebuah konten YouTube bahwa dia dan beberapa rekan setimnya terpaksa bermain petak umpet di area hotel lantaran kehabisan buahpikiran untuk mengusir kejenuhan.

6. Kisruh fisioterapis selundupan

Borok paling mengejutkan nan diungkap oleh Sky Sport adalah pecahnya keselarasan antara pemain dengan staf medis pilihan Nagelsmann.

Pada awal tahun, DFB memecat Michael Deiss-fisioterapis kesayangan para pemain nan dikenal sangat dekat dengan mantan asisten pembimbing Sandro Wagner (yang telah hengkang pada 2025). Kepergian Deiss digantikan oleh staf bawaan Nagelsmann nan dinilai tidak kompeten oleh skuad.

Gerah dengan penanganan medis nan buruk, Kimmich dan sejumlah pemain pilar mengambil tindakan nekat. Mereka secara sembunyi-sembunyi mendatangkan fisioterapis eksternal ternama, dokter Jurgen Siegele, dari Stuttgart menuju letak nan dekat dengan hotel tim.

Siegele menyewa ruangan unik secara privat untuk merawat belasan pemain Jerman nan merasa kelelahan akibat metode pemulihan staf Nagelsmann nan tidak efektif.

Masalah kebugaran dan kelemahan bentuk ini terlihat jelas saat Jerman kedodoran memenangkan duel udara maupun darat dalam laga grup melawan Pantai Gading, Ekuador, hingga akhirnya dipulangkan oleh Paraguay.

Dengan menumpuknya kekacauan taktis dan disharmoni internal ini, kebersamaan Julian Nagelsmann berbareng timnas Jerman dilaporkan segera berhujung dalam hitungan hari.

DFB sekarang gencar dirumorkan tengah mengaktifkan klausul pendekatan untuk memboyong Jurgen Klopp sebagai suksesor utama demi menyelamatkan wajah sepak bola Jerman. Belakangan nama Pep Guardiola juga panas dibicarakan bakal melatih timnas Jerman.

[Gambas:Video CNN]

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya