8 Cara Mengembalikan Foto yang Terhapus Permanen di HP Android

52 menit yang lalu 2
8 Cara Mengembalikan Foto nan Terhapus Permanen di HP Android Ilustrasi koleksi foto di ponsel.(Dok. Magnific)

KEHILANGAN foto dari galeri ponsel sering kali memicu kepanikan, terutama jika gambar tersebut menyimpan momen krusial nan susah diulang. Namun, foto nan terhapus tidak selalu langsung lenyap secara permanen. Dalam kondisi tertentu, file tetap dapat ditemukan melalui berkas sampah, jasa cloud, persediaan data, hingga aplikasi pemulihan khusus.

Berdasarkan info dari AXIS, kesempatan untuk mengembalikan foto nan terhapus tetap terbuka selama info tersebut belum tertimpa (overwritten) oleh file baru. Oleh lantaran itu, sangat disarankan untuk tidak menyimpan banyak info baru ke perangkat sebelum mencoba proses pemulihan.

Segera hentikan aktivitas pengunduhan alias pengambilan foto baru saat Anda menyadari ada file nan lenyap untuk menjaga integritas ruang penyimpanan lama.

Metode Pemulihan Foto di HP

1. Cek Google Photos

Langkah pertama nan paling efektif adalah memeriksa Google Photos. Jika fitur sinkronisasi aktif, file nan terhapus biasanya dipindahkan ke berkas Trash (Sampah) untuk sementara waktu.

  • Buka aplikasi Google Photos.
  • Masuk ke menu Trash alias Sampah.
  • Pilih foto nan mau dikembalikan, lampau tekan Restore.

Foto nan terhapus dapat tersimpan di berkas ini hingga 60 hari, tergantung pada pengaturan pencadangan akun Anda.

2. Periksa Google Drive

Jika Anda rutin melakukan pencadangan manual alias otomatis ke Google Drive, coba cari kembali foto tersebut melalui akun Google nan digunakan. Gunakan fitur pencarian alias periksa bagian Recent untuk menemukan file nan baru saja diunggah sebelum terhapus dari galeri.

3. Manfaatkan Cloud Sesuai Merek HP

Setiap produsen perangkat biasanya menyediakan jasa cloud terintegrasi:

  • Samsung: Masuk ke Settings > Accounts and Backup > Samsung Cloud, lampau cari info Gallery nan tersedia untuk dipulihkan.
  • Xiaomi: Akses Mi Cloud dan periksa bagian Gallery untuk memandang salinan cadangan.

4. Cek Folder Recently Deleted di Galeri

Sebelum menggunakan aplikasi pihak ketiga, periksa fitur bawaan seperti Recently Deleted alias Recycle Bin di aplikasi Galeri alias File Manager. Foto biasanya tersimpan di sini selama 30 hingga 60 hari sebelum betul-betul dihapus oleh sistem.

5. Gunakan Aplikasi Pemulihan Data

Jika berkas sampah kosong, aplikasi pihak ketiga seperti DiskDigger alias EaseUS MobiSaver dapat menjadi alternatif. Aplikasi ini bakal memindai penyimpanan internal untuk mencari jejak file nan belum tertimpa info baru. Namun, tingkat keberhasilannya sangat berjuntai pada kondisi memori perangkat.

6. Gunakan Software di Komputer

Untuk pemindaian nan lebih mendalam, Anda bisa menghubungkan HP ke PC alias laptop menggunakan kabel USB dan menggunakan software seperti Dr.Fone alias Recuva. Metode ini sering kali lebih kuat dalam mendeteksi file nan sudah tidak terbaca oleh sistem operasi ponsel.

7. Periksa Backup Lokal

Beberapa perangkat Android mempunyai fitur Local Backup. Anda dapat memeriksanya melalui menu Settings > Additional Settings > Backup & Restore. Jika Anda pernah membikin persediaan lokal secara berkala, foto tersebut kemungkinan besar tersimpan di sana.

8. Cari Foto dari Riwayat WhatsApp

Jangan lupa memeriksa berkas media di aplikasi pesan instan. Jika foto tersebut pernah dikirim alias diterima melalui WhatsApp, file mungkin tetap tersimpan di berkas WhatsApp Images pada File Manager, meskipun sudah dihapus dari galeri utama.

Mengapa Pemulihan tidak Selalu Berhasil?

Penting untuk dipahami bahwa tidak ada metode nan menjamin 100% keberhasilan. Jika ruang penyimpanan nan sebelumnya ditempati oleh foto lama sudah diisi oleh info baru (seperti aplikasi baru alias rekaman video), maka info lama bakal tertimpa dan mustahil untuk dikembalikan.

Sebagai langkah terakhir untuk info nan sangat krusial, jasa pemulihan info ahli bisa menjadi pilihan, meskipun memerlukan biaya nan cukup tinggi. Pada akhirnya, langkah terbaik untuk menghindari kehilangan info adalah dengan membiasakan diri melakukan pencadangan (backup) secara rutin ke beragam platform. (Axis/H-3)

Selengkapnya