ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNCB Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali panas di Timur Tengah. Bahkan, serangan terbaru kembali terjadi, Rabu malam alias Kamis (9/7/2026) awal hari.
Ini persis beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) dengan Teheran, nan sebelumnya ditandatangani Juni, telah "berakhir". Trump, nan tengah menghadiri KTT NATO di Turki juga menakut-nakuti bakal menghantam Iran dengan keras dalam gelombang serangan lainnya.
Mengutip Al-Jazeera, ledakan telah dilaporkan terjadi di kota-kota Iran di sepanjang Selat Hormuz, Termasuk Bushehr, Chabahar, Bandar Abbas, Sirik, Jask, dan Pulau Abu Musa. Dilaporkan satu orang tewas di Iranshahr dan tiga tewas di Ahvaz.
Lalu gimana kebenaran dan updatenya?
1.AS Bombardir 90 Tempat di Iran
Militer AS, CENTCOM, mengatakan pihaknya telah menyerang 90 sasaran dalam gelombang serangan baru terhadap Iran. AS mengatakan serangan dilakukan untuk menurunkan keahlian Iran untuk menyerang kapal komersial dan pelaut sipil nan tidak bersalah di Selat Hormuz.
"Pasukan AS menyerang sekitar 90 sasaran militer Iran termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, letak penyimpanan rudal dan drone, keahlian angkatan laut, dan prasarana logistik militer di sepanjang garis pantai Iran," tegas pasukan AS di Timur Tengah itu.
CENTCOM menambahkan bahwa serangan terbaru ini menyusul keberhasilan penyelenggaraan serangan ofensif di Iran pada malam sebelumnya. Sebelumnya, pasukan AS menyatakan serangan terhadap lebih dari 80 sasaran di Iran.
2.Iran Serang Kuwait dan Bahrain
Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan serangan terhadap "infrastruktur dan akomodasi penting" di pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain. IRGC mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi pada fase pertama dari "respons hukuman" terhadap serangan terbaru AS terhadap Iran.
Dalam pernyataan nan disiarkan oleh stasiun televisi IRIB, IRGC mengatakan bahwa angkatan laut dan angkatan udaranya melakukan operasi campuran rudal dan drone beberapa jam setelah serangan AS. Operasi tersebut menargetkan pangkalan militer Camp Arifjan dan pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait, serta pangkalan Juffair dan Sheikh Isa di Bahrain.
3.Lalu Lintas Selat Hormuz Hampir Setop
Lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz nyaris terhenti setelah serangan AS terhadap Iran selama dua hari berturut-turut. Hal ini dikabarkan Bloomberg News, sebagaimana dimuat Al-Jazeera.
Mengutip info pencarian kapal, hanya sebuah kapal tanker super nan dikenai hukuman AS nan terlihat keluar dari Teluk berbareng sebuah kapal kontainer berbendera Iran. Sekitar 14 kapal kargo melintasi selat tersebut ke kedua arah kemarin, mencatat bahwa nomor tersebut adalah nan terendah sejak MoU AS-Iran pada 16 Juni.
"Rata-rata 34 kapal melintasi selat tersebut dalam tiga minggu sejak kedua negara menyetujui kesepakatan sementara tersebut," catat laman itu.
4.Harga Minyak Naik
Harga minyak naik setelah serangan baru terhadap Iran oleh militer AS. Ini meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah.
Mengutip CNBC Internasional, Kontrak berjangka untuk patokan internasional minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 1,03% menjadi US$78,82 per barel. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk Agustus naik 1,06% menjadi US$74,29 per barel.
5.Trump sama Seperti George Bush di Perang Irak
Seorang pengamat, mantan personil parlemen dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, tiba-tiba mengomentari serangan baru Trump ke Iran. Ia menyama Trump dengan mantan Presiden George Bush selama perang Irak.
"Iran membom kapal-kapal nan melewati Selat Hormuz sehingga Trump mengebom Iran, dan nilai minyak mulai naik lagi dan pasar saham turun membikin kesempatan pembelian kembali matang," tulisnya di X.
"Kemudian Trump kembali mengatakan bahwa dia mengebom Iran lantaran 'Iran tidak dapat mempunyai senjata nuklir.' Mengulanginya setidaknya 60 kali kepada pers hari ini. Saya tidak menyadari bahwa program nuklir Iran berada di Selat Hormuz nan mengendalikan minyak," tambahnya.
"Rasanya lebih seperti ketidakejujuran perang Timur Tengah pasca 9/11 era Bush dan politik ekonomi perang dibandingkan kekhawatiran nyata mengenai Iran nan mempunyai senjata nuklir, sama seperti Irak nan mempunyai senjata pemusnah massal. Secara harfiah, apa nan kami putuskan untuk diakhiri dari Partai Republik."
6.Peti Mati Khamenei
Sementara itu, peti meninggal Ayatollah Ali Khamenei nan terbunuh lantaran serangan AS dan Israel ke Teheran, 28 Februari, sekarang sedang diangkut dari Najaf Irak ke Mashhad Iran sebelum pemakamannya hari ini. Pemindahan merupakan bagian dari upacara pemakaman terakhir nan berjalan selama enam hari di Iran dan Irak, termasuk di kota suci Najaf dan Karbala.
Mohammad Mohammadi Golpayegani, kepala instansi Khamenei, mengatakan mendiang pemimpin tersebut telah meminta untuk dimakamkan di Masyhad, dekat tempat suci Imam Reza. Ia adalah salah satu tokoh Syiah.
7.Qatar Beri Warning
Kementerian Dalam Negeri Qatar telah mengeluarkan peringatan nan mengatakan bahwa "tingkat ancaman keamanan tinggi", seiring kembali dimulainya serangan AS ke Iran. Qatar mendesak penduduk untuk tinggal di rumah dan di tempat nan aman.
8.Iran Ancam AS Rasakan Konsekuensi
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah memperingatkan AS bahwa "penindasan dan ingkar janji bukan lagi tanpa konsekuensi". Dia juga memperingatkan terhadap tekanan AS atas Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa selat itu hanya bakal terbuka melalui "pengaturan Iran", bukan "ancaman Amerika".
"Biar saya perjelas: Pukul, dan Anda bakal dipukul," tulis Ghalibaf dalam postingan di X.
"Jangan terhuyung-huyung tanpa tujuan, alias Anda bakal tenggelam lebih dalam," tulisnya.
(sef/sef)
Addsource on Google

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·