ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura bersiap menciptakan "pulau surga" baru. Hal ini mengenai transformasi besar area Greater Sentosa.
Lewat rencana induk (master plan) selama 20 tahun, pemerintah Singapura tidak lagi hanya mengandalkan pembangunan atraksi baru, tetapi mengubah Sentosa menjadi lokasi wisata berbasis alam nan bisa membikin visitor tinggal lebih lama. Rencana tersebut diumumkan oleh Sentosa Development Corporation (SDC) melalui Greater Sentosa Master Plan yang bakal menjadi pedoman pengembangan area hingga dua dasawarsa ke depan.
Dilaporkan gimana beragam pengalaman baru bakal dihadirkan, mulai dari menjelajahi pulau-pulau mini di sekitar Sentosa, menikmati kuliner di tengah kanopi hutan, hingga menghadirkan ruang rekreasi nan lebih menyatu dengan alam. SDC memperkirakan seluruh area Greater Sentosa nantinya bisa menarik sekitar 32 juta visitor setiap tahun setelah seluruh proyek selesai dikembangkan.
Sementara itu, Dosen senior Temasek Polytechnic, Benjamin Cassim, mengatakan strategi baru ini dirancang untuk memperkaya pengalaman wisata. Jadi bukan sekadar menambah lokasi wisata baru.
"Alih-alih menjadi atraksi nan berdiri sendiri, pengalaman-pengalaman ini melengkapi perpaduan rekreasi, style hidup, dan intermezo nan sudah dimiliki Sentosa. Dengan begitu, visitor mempunyai lebih banyak argumen untuk tinggal lebih lama, menjelajahi lebih banyak kawasan, dan kembali lagi di masa depan," ujar Cassim, dikutip Channel News Asia (CNA), Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, wisata berbasis alam menjadi kelebihan nan susah ditiru destinasi lain lantaran memanfaatkan karakter alami Pulau Sentosa nan unik di Singapura. Seluruh atraksi baru tersebut juga dirancang untuk melengkapi beragam destinasi nan sudah ada sehingga dapat menjangkau beragam segmen wisatawan.
Pandangan serupa disampaikan Direktur Pelaksana konsultan pariwisata MasterConsult Services, Christopher Khoo. Ia menilai tren industri pariwisata dunia sekarang telah bergeser. Destinasi wisata tidak lagi cukup hanya membangun wahana baru, tetapi juga kudu menawarkan pengalaman nan lebih bermakna, seperti wisata kesehatan (wellness), aktivitas luar ruang, hingga destinasi nan mempunyai cerita dan identitas kuat.
"Greater Sentosa menjawab perubahan tren tersebut," ujarnya.
Pulau Brani Disiapkan Jadi Ikon Baru
Transformasi Greater Sentosa juga mencakup modernisasi infrastruktur. Salah satunya dengan mengganti Sentosa Express nan selama ini melayani visitor dengan sistem trem baru.
Selain itu, SDC bakal membangun sejumlah landmark baru, termasuk Sensorium, nan bakal berfaedah sebagai atraksi dalam ruangan sekaligus ruang serbaguna. Sebagai konsekuensinya, sejumlah upaya nan saat ini beraksi di Sentosa bakal ditutup secara berjenjang setelah masa sewanya berhujung untuk memberikan ruang bagi pembangunan ulang kawasan.
Pengembangan tidak berakhir di Pulau Sentosa. Pemerintah Singapura juga bakal memperluas proyek ke Pulau Brani, terutama di sisi barat pulau nan disiapkan sebagai letak beragam atraksi baru. Meski belum mengungkap calon penanammodal maupun mitra pengembang, SDC menyebut proyek di Brani Barat berpotensi menjadi "game changer" bagi industri pariwisata Singapura.
Cassim menilai Pulau Brani mempunyai kesempatan besar lantaran tetap merupakan area nan relatif belum tersentuh pembangunan. "Akan menarik memandang seberapa imajinatif para pemangku kepentingan mentransformasi Pulau Brani," katanya.
Saat ini, Pulau Brani tetap menjadi letak Terminal Pelabuhan Brani. Namun, operasional pelabuhan tersebut dijadwalkan dipindahkan ke Tuas mulai tahun depan sehingga membuka ruang bagi pengembangan area wisata baru.
Khoo menambahkan, Singapura memang memerlukan proyek ikonik baru untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata. Setelah sukses membangun Marina Bay, Resorts World Sentosa, Jewel Changi Airport, dan area wisata Mandai, dia menilai Greater Sentosa dan Pulau Brani berpotensi menjadi mesin pertumbuhan pariwisata berikutnya.
"Setiap dekade, Singapura memerlukan mesin pertumbuhan pariwisata baru. Greater Sentosa tampaknya bakal menjadi proyek rekreasi unggulan untuk generasi mendatang," ujarnya.
(tfa/sef)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·