Ada Proyek Tambang Nikel Baru, Vale Targetkan Operasional di 2029

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menargetkan operasi tambang nikel baru, ialah tambang Tanamalia di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dapat dimulai paling sigap pada 2029. Adapun, saat ini proyek Tanamalia sendiri tetap dalam tahap eksplorasi.

Hal itu diungkapkan Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Budiawansyah.

"Ya estimasilah forecast kita 2029," ungkap Budi saat ditemui di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Menurut dia, pada tahun 2027, perusahaan tetap bakal menjalankan proses pendetailan eksplorasi Tanamalia. Tahapan tersebut mencakup studi eksplorasi tahap kedua serta pendetailan kreasi proyek.

"2027 tuh proses pendetailan eksplorasi ya, studi eksplorasi tahap 2 dan kelak ada pendetailan desain," kata Budi.

Di sisi lain, Budi menegaskan pengembangan proyek tambang kudu melewati serangkaian kajian, mulai dari aspek ekologi hingga kebencanaan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas pertambangan dapat melangkah dengan kondusif serta meminimalkan akibat terhadap lingkungan.

"Jadi kudu clear, kita lakukan studi ekologi, kita lakukan studi kebencanaan di situ. Apa bedanya dengan Sorowako? Sama. Sorowako tuh lebih berisiko ya, studi kebencanaan segala macam kita lakukan, Bahodopi juga gitu ya, maturity risikonya kita evaluasi," kata Budi.

Mengutip laman resmi Vale Indonesia, Tanamalia Project saat ini sedang dalam proses studi Front End Loading (FEL) 2. FEL merupakan pedoman manajemen proyek PT Vale. Metode ini menjelaskan gimana proyek dikembangkan dan direncanakan, mencakup aspek teknis, ekonomi, lingkungan, dan upaya nan berangkaian dengan perusahaan.

Dalam tahapan studi, bakal dilakukan pengumpulan info kandungan nikel. Data ini diolah untuk memutuskan jadi tidaknya proses penambangan.

Ada 3 fase dalam tahapan FEL Study:

FEL 1 - Kelayakan Bisnis

FEL 2 - Pemilihan Alternatif

FEL 3 - Rencana Eksekusi.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya