Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan perjanjian jual beli Indonesia-Uni Eropa alias Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat ditandatangani pada Oktober 2026.
Airlangga mengatakan proses penyelesaian arsip IEU-CEPA jenis bahasa Inggris sekarang memasuki tahap akhir. Setelah ditandatangani, perjanjian tersebut bakal dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk menjalani proses ratifikasi.
"Dokumentasi dalam jenis bahasa Inggris sudah segera diselesaikan dan ditargetkan di bulan Oktober. Mudah-mudahan ini bisa ditandatangani dan sesudah ditandatangani bakal dibawa ke Parlemen EU (Uni Eropa) untuk mendapatkan ratifikasi," kata Airlangga dalam konvensi pers di kantornya, dikutip Senin (24/8/2026).
Di dalam negeri, Airlangga mengatakan Menteri Perdagangan Budi Santoso telah berkonsultasi dengan DPR mengenai sistem ratifikasi IEU-CEPA.
Menurutnya, hasil konsultasi tersebut mengarah pada penggunaan sistem Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengesahkan perjanjian jual beli tersebut. Langkah itu dinilai dapat mempercepat penerapan IEU-CEPA setelah proses penandatanganan selesai.
Airlangga optimistis IEU-CEPA bakal memberikan faedah besar bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa, terutama melalui peningkatan akses pasar bagi produk-produk Indonesia.
Salah satu faedah utama nan diperoleh Indonesia adalah penghapusan tarif bea masuk untuk sebagian besar produk ekspor ke area Eropa.
"Beberapa faedah dari akses pasar, di mana Indonesia kelak 90% tarifnya langsung menjadi 0% dan ini bakal berkurang secara bertahap," ujar Airlangga.
Untuk memastikan penerapan perjanjian melangkah efektif, Indonesia dan Uni Eropa juga sepakat membentuk joint task force. Tim berbareng ini bakal bekerja mengidentifikasi beragam persoalan implementasi, baik nan berangkaian dengan investasi maupun aktivitas upaya dari kedua belah pihak.
Selain melakukan identifikasi, joint task force tersebut juga bakal mencari solusi atas beragam halangan nan dihadapi pelaku upaya dan pemangku kepentingan dari Indonesia maupun Uni Eropa.
Airlangga mengungkapkan Uni Eropa mempunyai minat nan besar untuk meningkatkan investasi di sejumlah sektor strategis di Indonesia.
"Kalau sektor kita sudah telaah banyak, renewable energy, digital, cyber security, kemudian juga beberapa sektor lain, agriculture itu juga menjadi perihal nan menjadi perhatian kedua negara," ujarnya.
Selain daya terbarukan, digital, keamanan siber, dan pertanian, negara-negara Uni Eropa juga disebut tertarik berinvestasi di sektor kesehatan, hilirisasi industri, mineral kritis, serta perikanan.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·