Airlangga Ungkap Strategi Transformasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 2027

50 menit yang lalu 2
Airlangga Ungkap Strategi Transformasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 2027 Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.(MI/Insi N J)

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyiapkan strategi transformasi ekonomi sebagai mesin pertumbuhan pada 2027. Strategi tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Airlangga menjelaskan, transformasi ekonomi bakal bertumpu pada pengembangan sektor-sektor berbobot tambah tinggi. Digitalisasi, semikonduktor, dan kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) menjadi bagian krusial dari strategi tersebut.

"Sektor berbobot tinggi seperti digitalisasi, semikonduktor, dan AI," ujarnya Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8).

Selain sektor teknologi, pemerintah bakal memperkuat sektor nan dinilai mempunyai daya tahan tinggi terhadap beragam tekanan global. Pertanian dan daya menjadi sektor strategis nan bakal direvitalisasi untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Pemerintah juga mendorong pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Kehadiran bursa tersebut diharapkan membikin Indonesia mempunyai nilai referensi alias reference price sendiri untuk komoditas mineral strategis. "Indonesia mempunyai nilai sendiri sebagai reference price," tegasnya.

Di sisi investasi dan ekspor, pemerintah bakal meningkatkan daya saing melalui deregulasi. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi halangan upaya sekaligus menciptakan suasana investasi nan lebih menarik bagi pelaku usaha.

Strategi berikutnya adalah mengatasi beragam bottlenecking alias halangan nan tetap mengganggu aktivitas ekonomi. Pemerintah juga bakal mengoptimalkan perjanjian internasional untuk memperluas akses pasar dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia alias Indonesia Financial Center juga menjadi bagian dari strategi transformasi. Pusat finansial tersebut diharapkan memperkuat peran Indonesia sebagai pusat investasi dan jasa finansial berstandar internasional. "Peningkatan daya saing investasi dan ekspor melalui deregulasi," katanya.

Untuk menopang seluruh agenda tersebut, pemerintah bakal menjalankan bauran kebijakan makro nan mencakup kebijakan fiskal, moneter, stabilitas, serta investasi. Kebijakan tersebut juga bakal melibatkan optimasi peran Danantara dan sektor swasta.

Airlangga menyebut terdapat empat prasyarat utama agar strategi transformasi ekonomi dapat melangkah optimal. Keempatnya adalah suasana investasi nan atraktif, kepastian regulasi, stabilitas makroekonomi, serta APBN nan prudent dan berkelanjutan. "Empat prasyarat utama adalah suasana investasi nan atraktif, kepastian regulasi, stabilitas makro, dan APBN nan prudent," ucapnya.

Di sisi perlindungan masyarakat, pemerintah tetap melanjutkan program perlindungan sosial dengan anggaran Rp549,9 triliun. Anggaran tersebut mencakup PKH, Sembako, iuran agunan kesehatan, penanganan bencana, subsidi bahan bakar minyak (BBM), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan subsidi angsuran upaya rakyat (KUR).

Dari sisi sasaran makro, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6% pada 2027 dengan inflasi dijaga di level 2,5%. Sasaran pembangunan juga mencakup penurunan tingkat kemiskinan menjadi 6,5% dan tingkat pengangguran terbuka di kisaran 4,3%-4,87%. "Pertumbuhan ekonomi di 6 persen, kemudian laju inflasi di 2,5%," katanya.

Untuk mendukung sasaran tersebut, pendapatan negara pada 2027 dianggarkan sebesar Rp3.246 triliun. Sementara itu, shopping negara mencapai Rp4.097,2 triliun dengan defisit anggaran dijaga sebesar 2,4% terhadap PDB alias sekitar Rp671,2 triliun.

Dengan kombinasi transformasi sektor berbobot tinggi, revitalisasi sektor strategis, deregulasi, penguatan investasi dan ekspor, serta kebijakan makro nan terjaga, pemerintah berambisi mesin pertumbuhan baru dapat bekerja lebih kuat pada 2027. (Ins/P-3)

Selengkapnya