Aktivitas Gunung Lewotolok Meningkat Pascagempa NTT, Radius Bahaya Diperluas 3 Km

1 jam yang lalu 2
Aktivitas Gunung Lewotolok Meningkat Pascagempa NTT, Radius Bahaya Diperluas 3 Km Aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT mengalami peningkatan aktivitas pasca gempa( Magma Indonesia)

AKTIVITAS vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang area tersebut pada Sabtu (15/8). Badan Geologi kemudian memperluas radius rekomendasi ancaman di sektor selatan dan tenggara gunung api tersebut hingga 3 kilometer.

Peningkatan aktivitas ditandai keluarnya aliran lava dari kawah menuju sektor selatan. Berdasarkan pemantauan visual pada Selasa (18/8), aliran lava nan sebelumnya mencapai sekitar 400 meter terus bergerak hingga sekitar 1.200 meter dari bibir kawah.

"Berdasarkan info pemantauan visual dan instrumental, Gunung Ili Lewotolok menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, terutama aktivitas aliran lava," kata Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporannya, Rabu (19/8).

Saat ini nan terletak di Kecamatan Ile Ape ini tetap berstatus Waspada. Peningkatan aktivitas terjadi setelah gempa Flores dan diikuti peningkatan gempa tektonik lokal serta tektonik jauh.

Pada 18 Agustus hingga pukul 18.00 Wita, tercatat 113 kali gempa erupsi, 12 kali gempa hembusan, 31 kali tremor nonharmonik, satu kali gempa hybrid/fase banyak, tiga kali gempa vulkanik dangkal, dan tiga kali gempa tektonik jauh. Tremor menerus juga terekam dengan amplitudo dominan 16,6 milimeter.

Selain aliran lava, lontaran material pijar teramati sejauh 100-500 meter ke arah tenggara dan 100-400 meter ke arah selatan. Erupsi juga disertai bunyi gemuruh alias dentuman dengan intensitas lemah hingga kuat.

Radius Bahaya Diperluas

Dengan peningkatan aktivitas tersebut, Badan Geologi meminta masyarakat, pengunjung, pendaki, dan visitor tidak memasuki alias melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Khusus sektor selatan dan tenggara, jarak rekomendasi diperluas hingga 3 kilometer.

"Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung dan 3 kilometer sektor selatan dan tenggara," ujar Lana.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi ancaman guguran alias longsoran lava dan awan panas di sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut gunung. 

Selain itu, penduduk di sekitar gunung diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan untuk melindungi mata dan kulit guna menghindari gangguan pernapasan maupun gangguan kesehatan lainnya akibat paparan abu vulkanik.

Lana mengimbau masyarakat tidak panik ketika mendengar bunyi gemuruh alias dentuman dari kawah lantaran merupakan bagian dari aktivitas gunung api nan sedang mengalami erupsi.

Sementara itu, info erupsi Gunung Lewotolok nan dikeluarkan PVMBG menyebut selama Selasa, 18 Agustus, gunung tersebut mengalami 
 158 kali letusan dengan tinggi 100-500 meter. 

Erupsi disertai lontaran material pijar dan bunyi dentuman alias gemuruh. Aliran lava juga terus mengarah ke sektor selatan hingga sekitar 1.200 meter dari bibir kawah. Tremor menerus tetap terekam dengan amplitudo dominan 16,6 milimeter. (PO/P-4)

Selengkapnya