Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez saat menjadi juara GP Aragon pada 8 Juni 2025.(AFP/LLUIS GENE)
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, secara terbuka menyatakan ambisinya untuk meraih kemenangan pada seri GP, Aragon nan bakal digelar 30 Agustus mendatang. Langkah ini menjadi tantangan besar mengingat Sirkuit Aragon merupakan "wilayah kekuasaan" pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez.
Optimisme Rivola didasari oleh tren positif nan tengah menyelimuti tim pabrikan asal Noale tersebut. Pada seri sebelumnya di GP Inggris, Aprilia menunjukkan performa menjanjikan dengan keberhasilan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi mengamankan podium kedua dan ketiga.
"Kami tahu balapan selanjutnya berada di wilayah Marc Marquez, tapi kami bakal melakukan beragam langkah untuk bisa terus kompetitif," ujar Rivola sebagaimana dikutip dari laman resmi Aprilia Racing, Senin (10/8).
Menantang Sang Penguasa Aragon
Upaya Aprilia untuk memutus kekuasaan di Aragon dipastikan tidak bakal mudah. Marc Marquez mempunyai catatan sejarah nan luar biasa di sirkuit ini. Pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut memegang rekor lap tercepat dan tercatat sebagai pembalap paling sukses di lintasan tersebut.
Di sisi lain, kondisi Marquez saat ini sedang dalam fase pemulihan performa setelah mengalami hambatan teknis pada GP Inggris nan membuatnya kudu puas finis di urutan ketujuh. Momentum inilah nan coba dimanfaatkan oleh Rivola dan timnya untuk mencuri kemenangan di kandang lawan.
Berikut adalah info kekuasaan Marc Marquez di Sirkuit Aragon nan menjadi tantangan bagi Aprilia Racing:
| Jumlah Kemenangan Seri | 7 Kali |
| Pole Position | 7 Kali |
| Status Rekor | Pemegang Rekor Lap Tercepat |
| Gelar Juara Dunia | 7 Kali (Total) |
Dengan performa motor RS-GP nan kian kompetitif, persaingan di Aragon diprediksi bakal menjadi salah satu duel paling menarik musim ini, mempertemukan ambisi besar Aprilia dengan sejarah panjang kejayaan Marquez di tanah Spanyol. (Ant/Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·