Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique.(X/PSG_Inside)
PARIS Saint-Germain (PSG) bersiap memulai kampanye musim 2026-2027 dengan ambisi besar. Klub raksasa Prancis ini menargetkan untuk mempertahankan gelar Ligue 1 demi meraih trofi domestik keenam secara beruntun, sekaligus membidik pencapaian berhistoris di level kontinental: gelar Liga Champions ketiga berturut-turut.
Perjalanan Les Parisiens bakal dimulai pada laga perdana Ligue 1 menghadapi Rennes nan dijadwalkan berjalan pada Senin (24/8). Laga ini menjadi pemanasan krusial sebelum mereka berkecimpung di fase grup Liga Champions nan bakal bergulir mulai 8 September mendatang.
Setelah sukses memecah kebuntuan dengan meraih trofi Liga Champions pertama mereka pada musim 2024-2025, PSG sukses mempertahankan takhta tersebut musim lalu. Kemenangan dramatis atas Arsenal melalui adu penalti di partai puncak memastikan trofi Si Kuping Besar tetap berada di Paris.
Kini, skuad didikan Luis Enrique berkesempatan menyamai rekor elit milik Real Madrid, Ajax, dan Bayern Munich sebagai klub nan bisa memenangi Liga Champions tiga kali berturut-turut. Namun, Enrique tetap bersikap rendah hati menghadapi ekspektasi tinggi tersebut.
"Semua orang berpikir kami bisa menang, tetapi itu baru teori. Sekarang kami kudu membuktikannya di lapangan," ujar Luis Enrique sebagaimana dikutip dari AFP. Ia juga menekankan bahwa persaingan di liga domestik tidak bisa diremehkan. "Ketika musim dimulai, semua orang mengatakan liga mudah. Tidak ada nan mudah."
Kedalaman Skuad dan Ancaman dari Lens
Demi menjaga momentum juara, manajemen PSG bergerak aktif di bursa transfer untuk memperkuat kedalaman skuad. Nama-nama seperti Ferran Torres nan didatangkan dari Barcelona serta bek berilmu Lucas Digne resmi berasosiasi untuk melengkapi pilar utama nan dipertahankan.
Gelandang PSG, Vitinha, menegaskan bahwa motivasi tim tidak luntur meski telah meraih banyak kesuksesan dalam dua tahun terakhir. "Kami tetap lapar bakal kemenangan dan trofi," tegasnya.
Di kejuaraan domestik, tantangan terberat diprediksi kembali datang dari Lens. Musim lalu, Lens finis sebagai runner-up dengan selisih hanya enam poin dari PSG. Meski telah ditinggalkan pembimbing Pierre Sage nan hijrah ke Crystal Palace, Lens nan sekarang ditangani Dino Toppmoeller sudah menunjukkan taringnya.
Lens memberikan sinyal ancaman serius setelah sukses mengalahkan 10 pemain PSG di arena Champions' Trophy pekan lalu. Kemenangan tersebut menjadi modal berbobot bagi skuad didikan Toppmoeller untuk kembali menjadi pesaing utama gelar juara musim ini.
Strategi rotasi pemain nan diterapkan Enrique musim lampau terbukti efektif menjaga kebugaran skuad di panggung Eropa. Pola serupa kemungkinan besar bakal kembali diterapkan mengingat padatnya agenda nan kudu dihadapi PSG dalam misi menyapu bersih gelar musim ini. (Ndf/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·