Amran Copot Sementara 14 Pejabat Kementan, Nonjob Mulai Hari Ini

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman kembali melakukan bersih-bersih di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Kali ini, sebanyak 14 pejabat dicopot dari jabatannya lantaran diduga melakukan penyimpangan nan berangkaian dengan duit hingga berbobot miliaran rupiah.

Pencopotan tersebut dilakukan berbarengan dengan pelantikan lebih dari 30 pejabat Eselon II di lingkungan Kementan. Amran mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari penyegaran sekaligus balasan bagi pejabat nan diduga melakukan pelanggaran.

"Hari ini kami melantik 30 lebih Eselon II. Kami lantik, ini penyegaran dan hukuman. Ada 14 kami copot, ada Eselon I, ada Eselon II, ada Eselon III, dan tidak diberi jabatan, sementara diperiksa. Kalau ini betul-betul merugikan negara, kami serahkan ke penegak hukum. Kami tindak tegas," kata Amran dalam konvensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

"Tetapi sebaliknya, jika terbukti dia tidak melakukan apa-apa, kami bakal lantik kembali, kami bakal promosikan kembali," sambungnya.

Amran menegaskan, pencopotan dilakukan dengan mengedepankan prinsip meritokrasi. Bahkan, dia mengungkapkan terdapat salah satu pejabat nan dicopot nan merupakan family dekatnya.

"Jadi kita kudu sportif, meritokrasi. Bahkan di antara mereka ada salah satu family dekat saya. Tapi ini dilakukan atas nama negara. Di sini kita kudu setara pada mereka, meritokrasi, merit system, lantaran jika tidak kita sama juga jika beternak kejahatan, membiarkan kejahatan terjadi di Kementerian Pertanian," tutur dia.

"Oleh karenanya itu, kami mengambil langkah tegas, 14 orang (dicopot dari jabatannya) ada Eselon I, Eselon II, dan Eselon III. Semua non-job mulai hari ini," tegasnya.

Saat ditanya mengenai corak pelanggaran nan dilakukan para pejabat tersebut, Amran menyebut dugaan pelanggaran berangkaian dengan duit dengan nilai miliaran rupiah.

"Pelanggarannya, intinya hubungannya dengan uang, dan ada miliaran nilainya. Ini nilainya kelak total nan jelas miliaran total. Saya beri waktu Irjen (Inspektur Jenderal Irham Waroihan) mengusut sampai paling lambat 3 bulan, jika bisa 1 bulan selesai," kata Amran.

Amran juga membuka kemungkinan adanya pencopotan pejabat lainnya. Dia mengatakan proses pemeriksaan tetap melangkah dan pejabat nan nantinya terbukti mempunyai dugaan pelanggaran bakal kembali ditindak.

Menurutnya, keputusan mencopot 14 pejabat tersebut juga telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan itu, kata dia, mendapat respons tegas dari Presiden.

"Masih ada (yang bakal ditindak), tetapi didalami dulu. Kalau bersalah, ada dugaan bersalah, copot lagi. Nggak bisa, kami itu perintah Presiden, dan kami laporkan ke bapak Presiden. Tiga hari lampau kami laporkan 'Pak ada ini copot', beliau bilang satu, katanya 'gaspol' Bapak Presiden," ujarnya.

Ia menegaskan proses bersih-bersih tersebut belum berakhir pada 14 pejabat nan dicopot saat ini. Ketika ditanya mengenai kemungkinan pencopotan dalam jumlah lebih besar, dia memilih menyebut penindakan nan dilakukan saat ini sebagai tahap awal.

"Ooh itu belakangan, itu bab 2, ini bab 1. Tunggu aja," ucap dia.

Menurut Amran, penindakan terhadap pejabat nan diduga melakukan pelanggaran merupakan bagian dari upaya membangun sistem merit di Kementan. Dia menilai praktik penyimpangan tidak bakal berakhir hanya dengan mengganti orang, sehingga sistem pengawasan kudu diperkuat.

"Jadi gini, kejahatan tidak bakal pernah berhujung sampai kiamat. Oleh lantaran itu, kita nan kudu membangun sistem merit sistem, dan semua alim pada sistem, sistem nan jadi panglima, norma jadi panglima, bukan menterinya nan jadi panglima, nggak boleh," tegas Amran.

"Dan ada juga nan dulu dikasih hukum, terus rupanya kesalahannya tidak signifikan, tadi dilantik. Kami lantik tadi, dulu pernah saya copot, turunkan jabatan, tapi ini kelalaian dan tidak signifikan kerugian negara, jadi kami lantik tadi," lanjutnya.

Lebih lanjut, Amran juga memberikan pesan tegas kepada para pejabat nan baru dilantik agar tidak melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

"Jangan korupsi, jangan kolusi, nepotisme. Nggak boleh! Tingkatkan kinerja," tegas dia.

Berikut 37 pejabat Kementerian Pertanian nan dilantik hari ini:

• Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P.

◦ Staf Ahli Bidang Lingkungan Pertanian

• Ayun Kristiyanto, S.H., M.H. - Kepala Biro Hukum

• Indra Zakariya Rayusman, S.H., M.H. - Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian

• Muhammad Sidiq, S.TP., M.M. - Direktur Alat dan Mesin Pertanian Prapanen

• Husnain, S.P., M.P., M.Sc., Ph.D. - Sekretaris Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian

• Gunawan, S.P., M.Si. - Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan

• Andi Muhammad Idil Fitri, S.E., M.M. - Direktur Aneka Kacang dan Umbi

• Dr. Muhammad Agung Sunusi, S.P., M.Si. - Direktur Perbenihan Hortikultura

• Dr. Ir. Tommy Nugraha, M.M. - Direktur Buah dan Florikultura

• Dr. Ir. Sudi Mardianto, M.Si. - Direktur Sayuran dan Tanaman Obat

• Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc. - Direktur Pelindungan Hortikultura

• Mutiara Sari, S.TP., Ph.D. - Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan

• Handi Arief, S.T., M.A.P. - Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian

• Eko Nugroho Dharmo Putro, S.Kom., M.A.P. - Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian

• drh. Dinar Hadi Wahyu Hartawan, M.Sc. - Kepala Balai Besar Veteriner Maros

• Dr. drh. I Gde Eka Budhiyadnya, M.P. - Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar

• Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si. - Kepala Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian

• Endro Gunawan, SP., ME., Ph.D. - Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung

• Andry Polos, S.Kom., M.Si. - Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Banten

• Dr. Wahida Annisa Yusuf, SP., M.Sc. - Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan

• Kamri Alwi, S.Pi., M.Si. - Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tenggara

• Dr. Gunawan, S.TP., M.Si. - Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Maluku

• Dr. Ir. Ahmad Dedy Syathori, S.ST., M.Si. - Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang

• Dr. Ismaya Nita Rianti Parawansa, S.P., M.Si.

◦ Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

◦ Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya