Amran Mau Bagi-Bagi Alsintan Gratis untuk Buruh Tani, Caranya Begini

56 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyiapkan patokan baru agar pekerja tani di seluruh Indonesia bisa mendapatkan support perangkat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini diambil lantaran tetap banyak pekerja tani nan kesulitan mengakses support akibat terbentur ketentuan regulasi.

Amran mengatakan, pekerja tani selama ini belum seluruhnya bisa memperoleh support seperti traktor, combine harvester, hingga perangkat tanam lantaran terkendala patokan nan berlaku. Karena itu, pemerintah bakal mengubah izin agar support alsintan bisa lebih mudah menjangkau mereka nan membutuhkan.

"Banyak saudara-saudara kita pekerja tani di seluruh Indonesia tidak tersentuh lantaran kebijakan, lantaran izin nan ada. Insyaallah kami kembali ke Jakarta, kami ubah regulasi. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine, perangkat tanam, dan seterusnya," kata Amran dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, proses pengusulan support juga bakal disederhanakan. Amran meminta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diberi peran lebih besar dalam mengusulkan bantuan, lantaran dinilai mengetahui kondisi dan kebutuhan petani di wilayah masing-masing.

"Tanda tangannya nggak usah ribet, cukup PPL. Kami terima tanda tangan PPL, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya. Mereka memerlukan saat ini," ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat dalam kunjungannya ke Gresik, Jawa Timur, juga mengecek langsung lahan pertanian nan dilaporkan terdampak kekeringan lebih dari 200 hektare. (Dok. Humas Kementan)Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat dalam kunjungannya ke Gresik, Jawa Timur, juga mengecek langsung lahan pertanian nan dilaporkan terdampak kekeringan lebih dari 200 hektare. (Dok. Humas Kementan) Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat dalam kunjungannya ke Gresik, Jawa Timur, juga mengecek langsung lahan pertanian nan dilaporkan terdampak kekeringan lebih dari 200 hektare. (Dok. Humas Kementan)

Amran menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh tersendat oleh rantai birokrasi nan panjang. Ia mengatakan, pemerintah kudu bergerak sigap ketika masyarakat memerlukan bantuan.

"Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan: layani, titik. Nggak usah basa-basi," tutur dia.

Selain menyiapkan patokan baru mengenai support alsintan, Amran dalam kunjungannya ke Gresik, Jawa Timur, juga mengecek langsung lahan pertanian nan dilaporkan terdampak kekeringan lebih dari 200 hektare.

"Kami langsung cek lapangan lantaran terdengar ada kekeringan 200 hektare lebih. Sekecil apapun persoalannya, jika kita bisa memberikan solusi di lapangan, kudu kita selesaikan. Tidak ada basa-basi, tidak ada birokrasi panjang. Langsung kita berikan pompa," tegasnya.

Untuk mengatasi kekeringan tersebut, pemerintah memberikan support pompa sebagai solusi cepat. Pemerintah juga menyiapkan penanganan jangka panjang melalui rencana pembangunan kolam retensi untuk mengatasi persoalan kekurangan air nan berulang.

Amran mengatakan, Kementerian Pertanian siap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) jika terdapat persoalan lahan dalam pembangunan prasarana pendukung tersebut.

Ia kembali menegaskan bahwa akses support pertanian kudu terbuka bagi pekerja tani nan membutuhkan, tanpa tersendat persoalan administratif.

"Buruh tani juga kudu bisa mendapatkan bantuan. Jangan lantaran regulasi, mereka tidak tersentuh. Kalau rakyat memerlukan dan kita bisa bantu, kita bantu," tegas Amran.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya