Anggaran Pendidikan 2027 Capai Rp820,9 Triliun, Rp240 Triliun untuk Program MBG

48 menit yang lalu 2
Anggaran Pendidikan 2027 Capai Rp820,9 Triliun, Rp240 Triliun untuk Program MBG Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa(MI/Insi Nantika Jelita)

PEMERINTAH menyiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp240 triliun dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan ditujukan kepada 60,6 juta penerima.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan alokasi MBG tersebut menjadi salah satu bagian dari pemanfaatan anggaran pendidikan pada 2027.

“Untuk MBG sekitar Rp240 triliun," kata Purbaya dalam aktivitas Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8).

Selain itu, anggaran pendidikan digunakan untuk beragam program support dan peningkatan akses pendidikan. Program tersebut antara lain Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 22,1 juta siswa dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk 1,1 juta mahasiswa. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk tunjangan pekerjaan pembimbing (TPG) non-PNS bagi 1,3 juta guru.

Anggaran pendidikan juga diarahkan untuk pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda serta pembaharuan 12.215 sekolah dan madrasah. Pemerintah turut menyiapkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat dan mendukung operasional 166 Sekolah Rakyat.

Selain itu, terdapat alokasi untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 54,2 juta siswa dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD bagi 6,3 juta peserta didik.

Pemerintah juga menyiapkan TPG ASN wilayah untuk 1,7 juta pembimbing serta tambahan penghasilan (tamsil) ASN wilayah bagi sekitar 20,7 ribu pembimbing di daerah.

Anggaran pendidikan 2027 turut mencakup support operasional bagi 148 museum dan taman budaya serta program danasiwa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Dalam anggaran pendidikan, pemerintah juga mengalokasikan untuk PIP, KIP Kuliah, tunjangan pekerjaan guru, pembangunan dan pembaharuan sekolah, Sekolah Rakyat, hingga danasiwa LPDP,” pungkas Purbaya. (Ins)

Selengkapnya