Anggota NATO Sepakat Tak Bahas Piala Dunia Depan Trump, Takut Ngambek

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pemimpin negara NATO dilaporkan telah menyepakati sebuah strategi informal rahasia untuk sama sekali tidak menyebut turnamen sepak bola Piala Dunia di depan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Langkah unik ini sengaja disepakati di sela-sela penyelenggaraan KTT NATO di Ankara, Turki, demi menghindari akibat membikin Trump jengkel dan merusak stabilitas internal aliansi pertahanan tersebut.

Mengutip laporan The Guardian, Rabu (8/7/2026), para pejabat Eropa merasa perlu menjaga suasana hati Trump agar tetap kondusif di tengah kekhawatiran bahwa dia bisa kembali menakut-nakuti masa depan aliansi mengenai tuntutan kenaikan anggaran militer. Kesepakatan tidak tertulis ini muncul setelah tim nasional sepak bola AS secara mengenaskan didepak dari kejuaraan oleh Belgia dengan skor telak 4-1 pada awal pekan ini.

Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, menjadi pemimpin negara pertama nan secara terbuka mengakui adanya strategi sensitif tersebut kepada awak media di Ankara. Sebelum mengadakan pertemuan bilateral dengan Trump, De Wever berkelakar bahwa kekalahan telak tersebut pasti menjadi pukulan nan sangat berat bagi sang Presiden AS.

"Presiden AS mempunyai reputasi terkadang bereaksi agak jengkel terhadap hal-hal nan tidak dia sukai, dan saya pikir kekalahan ini bakal memukulnya dengan keras," banyolan De Wever saat diwawancarai oleh para jurnalis.

"Tentu saja pihak nan kalah juga datang di sini. Pihak tersebut kebetulan merupakan mitra terbesar di dalam NATO," lanjut De Wever menambahkan mengenai posisi sensitif delegasi Washington.

Ketegangan mengenai sepak bola ini sebenarnya sudah membara sebelum KTT dimulai, setelah Trump kedapatan meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membatalkan kartu merah penyerang AS, Folarin Balogun, agar bisa bermain melawan Belgia.

Di lapangan, beberapa pemain Belgia apalagi sempat mengejek Trump dengan langkah meniru aktivitas dansa khasnya setelah mereka sukses menyarangkan gol keempat ke gawang AS.

Meski setuju menjaga emosi Trump soal sepak bola, De Wever tetap melayangkan sindiran tidak langsung saat membahas paket support militer NATO senilai 70 miliar euro untuk Ukraina.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga terlihat mengabaikan ketegangan tersebut dengan enak-enak saling lempar candaan berbareng Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre menjelang laga perempat final mereka.

"Ini juga merupakan sebuah 'kartu merah' nan sangat kuat untuk Putin. Anda tidak bisa begitu saja menarik kembali sebuah kartu merah. Anda tahu perihal itu," cetus De Wever menyindir kembali Trump.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya